Awas! Varian Corona Baru, Bisa Lemahkan Efektivitas Vaksin

Ilustrasi

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Waspadai! Kini ditemukan varian virus corona (Covid-19) baru  yang dapat melemahkan efektivitas vaksin dan menyebar dengan cepat.

Varian baru corona itu disebut B.1.526. Varian corona ini  pertama kali ditemukan dalam sampel pasien di Kota New York pada November 2020 lalu.

Menurut sejumlah ilmuwan Amerika Serikat, varian virus corona (Covid-19) baru yang bermutasi di Kota New York dan California. Penemunya, dua tim peneliti dari Caltech dan Universitas Columbia.

 Ini bukan berita yang menggembirakan. Tapi dengan mengetahuinya itu bagus karena dengan begitu kita mungkin bisa melakukan sesuatu tentang ini," kata Ahli Imunologi dari Universitas Rockefeller yang ikut terlibat penelitian baru itu seperti dikutip New York Times.

Terpisah, paras ilmuwan Negeri Paman Sam juga telah menemukan varian baru corona di California. Para ahli virologi menyebut varian baru corona itu B.1.427 atau B.1.429.

Dikutip CNN, varian baru Covid-19 di California itu tak hanya lebih menular tapi juga bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Tim ilmuwan dari Universitas California, San Francisco (UCSF), menguji sampel virus dari klaster penularan Covid-19 baru yang menyebar di seluruh negara bagian California. Varian baru corona ini ditemukan setelah dari total sampel yang terkumpul di California pada akhir Januari lalu.

 

Menyebar Lebih Cepat

Seorang ilmuwan AS, Dr. Nussenzweig mengatakan dia lebih khawatir tentang varian baru corona yang ditemukan di New York dari pada yang menyebar dengan cepat di California.

Pasien yang terinfeksi virus mutasi corona di New York rata-rata berusia sekitar enam tahun ke atas dan potensi dirawat di rumah sakit lebih besar.

Para ilmuwan di AS telah memberitahu pihak berwenang Negara Bagian New York dan di Kota New York, serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS terkait varian baru Covid-19 ini.

"Varian baru (B.1.526) ini lah yang melonjak belakangan, mengkhawatirkan, dalam populasi pasien kami selama beberapa pekan terakhir," kata dokter spesialis penyakit menular dan ketua tim Columbia University Medical Center yang meneliti varian baru corona tersebut, Dr. David Ho. cnn, nyt