Ayah, Ibu dan Adik Dipukul Palu hingga Kritis

Polisi memberikan keterangan singkat di TKP. SP/Dwy AS

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Tragedi berdarah terjadi di Desa Jabon, Kabupaten Mojokerto, Rabu (31/3/2021) dini hari. Seorang anak tega memukul palu sang ayah, ibu dan adik saat tengah tertidur lelap.

Pelaku bernama Danang Marko Pambudi (17), yang merupakan anak kedua dari korban penganiayaan yakni pasangan suami istri, Sugianto (51) dan Tatik Kuswatin (46). Serta adik kandung dari DR (8).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander membenarkan adanya percobaan pembunuhan dengan penganiayaan terhadap suami istri dan seorang bocah. Ketiganya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sidowaras, Kecamatan Bangsal oleh warga dan aparat setempat.  "Saat ini, kondisi mereka masih dalam perawatan intensif. Kita juga masih mendalami motif dari perkara ini," ucap Kapolres.

Ia menegaskan, pelaku penganiayaan berhasil diamankan satu kali 24 Jam usai melukai keluarganya sendiri. "Masih kita kembangkan, petugas juga masih berada di lapangan untuk mencari alat bukti. Tersangka kita amankan dan di introgasi," tegasnya.

Akibat peristiwa tersebut, ketiga korban mengalami luka parah pada bagian kepala. Sugianto, sang ayah mengalami 5 luka pukulan di kepala belakang, sang ibu mengalami 2 luka di pelipis mata kanan dan dahi sebelah kiri, dan si adik mengalami 2 luka pada kepala atas.

Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Kaepala Desa (Kades) Jabon sekitar pukul 07.00 WIB soal dugaan penganiayaan dalam satu rumah. “Saat saya di TKP Korban telah dibawa tetangga ke rumah sakit. Akhirnya lokasi rumah saya tutup,” paparnya.

 

Berselisih dengan Ortu

Ia menjelaskan, pelaku penganiayaan merupakan anak kedua dari pasutri yang menjdai korban. “Dia beralasan tega seperti itu karena sering cekcok dengan orang tuanya. Dia merasa kalau ada masalah selalu disalahkan. Kalau adiknya salah, pelaku yang disalahkan oleh orang tuanya,” paparnya.

Anwar Iskandar menambahkan, pada waktu ketiga korban dievakuasi oleh tetangganya, pelaku tidak ada dirumah. Pelaku baru terlihat batang hidungnya setelah anggota Polsek Mojonyar berhasil mengamankan dan menginterogasinya. “Pelaku sempat mengelak. Tapi karena keterangan dia dan para saksi berbeda, akhirnya dia mengakui bahwa pelakunya adalah dia,” pungkas Anwar Iskandar.

 

Selalu Salahkan Ortu dan Adik

Sebelum kejadian, pelaku mengaku ke warung kopi dan pulang langsung menganiaya kedua orang tua dan adiknya. Usai menganiaya, pelaku kemudian mengambil uang yang ada di dalam dompet coklat milik korban. Pelaku mengaku tega menganiaya lantaran, apa yang dilakukan selalu salah di mata orang tuanya.

“Adik salah, terus saya yang disalahin. Terus begitu sampai, ini, itu tetap salah. Dibantuin, tetap salah. Yang benar yang mana. Iya (pernah terjerat kasus asusila dengan anak dibawah umur, red). Hukuman 1 tahun penjara, saya menjalani penjara 4 bukan 15 hari,” aku pelaku.

Sementara, warga setempat Kushariadi, (49) mengatakan, aksi penganiayaan satu keluarga tersebut baru diketahui oleh tetangga dan warga sekitar setelah salah satu korban menangis dan teriak minta tolong. "Saya dengar saat itu, sempat gak berani masuk karena di dalam sudah banyak darah," imbuhnya.

Selanjutnya, ia dan warga lain memberanikan diri mendobrak pintu. Lalu mengetahui satu keluarga ini bersimbah darah. "Saat itu semua ada di kamar jadi satu, saya gak tegalah darah sudah berlumur seperti itu," terangnya.

Kata dia, aksi penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh anaknya sendiri yang bernama Danang. Pelaku merupakan anak nomor dua dari pasangan suami istri yang dianiaya.  "Kejadian persisnya seperti apa dan pakai apa saya kurang tau, saya hanya menolong," tegasnya. 

Mengetahui satu keluarga berdarah, dirinya bersama warga lain, langsung berusaha menolong korban dan membawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan. dwy/cr3/ham