Bahaya, Omicron Bisa Kawin dengan Delta!

Vaksinasi covid-19 terus digencarkan pemerintah untuk menekan angka penyebaran covid-19.

Bisa Hasilkan 'Anak' Varian Covid 19 yang Lebih Ganas

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus Covid-19 di Indonesia terus merangkak naik di awal tahun 2022 akibat penyebaran varian Omicron. Kapasitas sejumlah rumah sakit mulai penuh sehingga pemerintah mulai memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dan menggenjot vaksinasi.

Menurut Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman, varian Omicron tidak hanya perlu diwaspadai penyebarannya, melainkan juga kemungkinan rekombinan varian. Artinya, varian Omicron bisa bersatu atau “kawin” dengan varian Covid-19 lainnya, misalnya varian Delta.

Dicky menjelaskan, ada kemungkinan muncul rekombinan baru hasil kombinasi varian Omicron dan Delta di Indonesia. Pasalnya, pernah muncul rekombinan baru hasil kombinasi virus Covid-19 varian Delta dan Gamma di Brazil.

“Dalam hitungan satu sampai tiga bulan pun bisa terjadi (hasil kombinasi varian Omicron dan Delta),” ujar Dicky saat dikonfirmasi, Kamis (3/2/2022).

Meski tidak menutup kemungkinan munculnya varian terbaru hasil kombinasi varian Omicron dan Delta, Dicky memastikan varian tersebut belum muncul di Indonesia. Sebab, beberapa hari terakhir muncul kabar burung yang menyebut adanya varian “Delmicron” di Indonesia.

Dicky menegaskan bahwa informasi adanya varian “Delmicron” di Indonesia ialah hoaks belaka.

“Delmicron itu hoaks, tapi kemungkinan Delta dan Omicron kawin itu nyata. Itu berbahaya kalau terjadi,” ucap Dicky.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, kemungkinan munculnya varian baru Covid-19 bisa dicegah selama masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menggenjot vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran dan mengurangi potensi munculnya bahaya dalam jangka panjang.

“Omicron ini harus direspons agar tidak leluasa seperti varian Delta,” kata Dicky.

 

Ribuan Kasus

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga Kamis (3/2/2022), total kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron di Indonesia mencapai 3.161 kasus.

Nadia mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 1.661 merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN) dan 1.247 berasal dari transmisi lokal.

"Total kasus Omicron saat ini 3.161 terdiri dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 1.661, transmisi lokal 1.247 dan masih dalam pemeriksaan epidemiolog 253," kata Nadia, Kamis.

Nadia mengatakan, 1.149 orang dari total 3.161 pasien terinfeksi Omicron sudah sembuh. Selain itu, tercatat 324 anak-anak terpapar varian Omicron.

"Ada 324 orang anak terpapar varian Omicron," ujarnya.

 

 

 

5 Meninggal

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, ada 5 pasien Covid-19 varian Omicron yang meninggal dunia di Indonesia.

"Kita sudah ada meninggal 5 orang positif Omicron," kata Budi dalam konferensi pers terkait Evaluasi PPKM secara virtual, Rabu (2/2/2022).

Budi mengatakan, dari jumlah tersebut, 60 persen pasien belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Itu (pasien meninggal) 60 persen belum divaksin lengkap. Kita sudah melihat dari kasus yang sedang dan berat yang membutuhkan oksigen, 63 persen belum divaksin lengkap," ujarnya.

Budi mengatakan, meski gejala yang ditimbulkan Covid-19 dari varian Omicron lebih ringan, namun, dapat berdampak parah bagi kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid dan anak.

Oleh karenanya, ia meminta cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lansia dan anak dipercepat.

"Berdasarkan hal itu, kami sampaikan bahwa percepat vaksinasi terutama untuk lansia kita dan anak-anak kita, kewajiban kita untuk melindungi orang yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi terutama lansia dan anak-anak," ucap dia. jk,06,rc