Balap Liar di Malang, 62 Motor Diamankan

Polisi mengamankan puluhan pemuda dan motor yang terindikasi balap liar.

SURABAYA PAGI, Malang - Aksi balap liar di Kota Malang yang terjadi belakangan ini membuat warga resah. Polisi yang mendapat laporan dari warga segera turun untuk menindak aksi berbahaya tersebut.

Puluhan orang yang terlibat dalam balapan liar di Jalur Lintas Selatan (JLS) di kawasan Pantai Malang Selatan, ditindak oleh Satlantas Polres Malang, Minggu (3/10/2021). Penindakan tersebut juga sebagai tindak lanjut atas keluhan warga yang mengaku resah karena seringngnya ada balapan liar di area itu.

Sedikitnya 62 unit kendaraan roda dua diamankan dalam penindakan tersebut. Kendaraan tersebut diangkut menggunakan truk. Total ada sebanyak 5 truk yang digunakan untuk mengangkut puluhan kendaraan tersebut.

Pembubaran dilakukan pada Minggu (3/10/2021) sekitar pukul 16.30 WIB, petugas yang terbagi menjadi dua regu melakukan patroli di sekitar lokasi. Satu regu menyisir dari sisi timur, dan regu lainnya menyisir di sisi barat.

Setelah melakukan patroli selama kurang lebih 30 menit, petugas akhirnya menemukan balap liar. Tepatnya di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Petugas selanjutnya mengamankan barang bukti serta mendata orang yang terlibat dalam ajang balap liar tersebut.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan sebanyak 62 unit sepeda motor berbagai merek. Yang diduga akan digunakan untuk balap liar tersebut,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitransyah, Senin (4/10/2021).

Selain pelaku balap, petugas juga mencatat identitas sejumlah penonton dan pemilik motor.

Saat ini, puluhan kendaraan tersebut tengah diamankan di Poslantas Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Menurut Agung, dari beberapa laporan yang ia terima, lokasi tersebut memang kerap digunakan sebagai ajang balap liar.

“Ya karena sudah banyak laporan yang kami terima itu, makanya kami lakukan penindakan,” imbuh AKP Agung.

Balap liar di lokasi tersebut beberapa kali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan tidak hanya pelaku balapnya saja, namun beberapa kali juga melibatkan warga yang melintas.