Balas Dendam dan Mimpi Buruk Inggris

Pemain Inggris seperti Harry Kane, Phil Foden dan Raheem Sterling menjalani latihan di stadion St. George's Park di Burton upon-Tren, menjelang melakoni laga melawan Kroasia di Stadion Wembley, Minggu (13/6/2021) malam. Sp/afp/justin

SURABAYAPAGI.COM, London - Hari Minggu (13/6/2021) besok malam, duel big match tersaji di grup D Piala Eropa 2021, yang akan digelar di Wembley Stadium.

Bagi timnas Inggris, ini kesempatan untuk membalas kekalahan dari timnas Kroasia pada Piala Dunia 2018 lalu. Saat itu The Three Lions berhasil menembus semifinal di Piala Dunia 2018.

Namun, langkah mereka terhenti di sana setelah takluk 1-2 dari timnas Kroasia.

Timnas Inggris sebenarnya mampu menahan imbang 1-1 timnas Kroasia selama waktu normal, bahkan pasukan Gareth Southgate mampu unggul lebih dahulu dalam laga yang digelar di Stadion Luzhinki itu lewat aksi Kieran Trippier dari tendangan bebas langsung pada menit ke-27.

Akan tetapi, pada pertengahan babak kedua tepatnya menit ke-68 Inggris kebobolan gol penyama. Sepakan Ivan Perisic berhasil menggetarkan jala Ingris yang waktu itu dikawal oleh Jordan Pickford.

Setelah tidak mampu lagi mencetak gol di waktu normal dan juga babak pertama babak ekstra, Kroasia berhasil melesakkan satu gol lagi pada menit ke-109 lewat aksi Mario Mandzukic yang membuat Inggris tersingkir dari turnamen yang diadakan di Rusia tersebut.

Kekalahan di semifinal Piala Dunia 2018 membuat rasa sakit hati yang dirasakan oleh timnas Inggris masih membekas hingga sekarang.

Hal tersebut diungkapkan oleh kapten timnas Inggris, Harry Kane. "Tentu saja itu adalah pertandingan yang menyakitkan," ujar Kane seperti dikutip dari Sky Sports.

"Ini adalah pertandingan yang ingin kami menangkan dan kami ingin mencapai Final Piala Dunia, tetapi dalam sepak bola, semua hal tidak selalu berjalan seperti yang Anda inginkan," tambahnya.

Kini, rasa sakit hati timnas Inggris pun bisa terbalaskan untuk sekali lagi ketika kedua tim kembali berjumpa dalam laga pembuka Grup D Euro 2021.

Jika menang dalam laga itu, mungkin saja rasa sakit hati timnas Inggris kepada timnas Kroasia akan terbalaskan.

Untuk itu, Kane pun menegaskan bahwa dia dan rekannya di timnas Inggris akan berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan sekaligus mengalahkan timnas Kroasia pada pertandingan akhir pekan nanti. "Ini adalah pertandingan penting bagi kami di turnamen besar dan Kroasia adalah tim yang hebat," tutur Kane.

 

Kroasia Tak Gentar

Sementara, penyerang Kroasia, Ante Rebic, mengaku tak gentar dan siap memberikan mimpi buruk lagi buat Inggris yang dijejali bek sayap bintang.

“Berkaca dari sejarah, kami punya rekor bagus melawan mereka dan hal tersebut memberikan kami harapan bahwa laga kali ini juga akan berakhir baik,” tutur Rebic seperti dikutip dari laman KOMPAS.com, Jumat (11/6/2021).

Kata Rebic, Kroasia kerap menjadi mimpi buruk buat Inggris. Fans Inggris tentu belum lupa rasa pahit disingkirkan Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 silam. Maka itu, Vatreni, julukan Kroasia, adalah negara yang juga menggagalkan asa Inggris lolos ke Euro 2008 di Austria-Swiss.

Rebic yakin Kroasia akan mampu mengulang sejarah seperti di Piala Dunia 2018, meski Euro 2020 mengusung format yang berbeda.

“Kami setiap hari menganalisis Inggris. Kami tak mau memusingkan sistem kompetisi.  Karena itu, seperti di Piala Dunia, tidak ada kalkulasi, kami akan coba memenangkan setiap pertandingan,” tutur Rebic yang mengemas 11 gol buat AC Milan di Liga Italia 2020-2021. erk/cr2/rmc