Bangun Fasilitas Sekolah Gunakan Uang Pribadi

Moh. Hasan S.Pd. SP. Kasek SDN kalimook I kec. Kalianget kab. Sumenep di ruang kerjanya (SP/Ainur Rahman)

SURABAYA PAGI, Sumenep - Moh. Hasan, S.Pd, SP. Kepala sekolah SDN Kalimook Kecamatan Kalianget Kab. Sumenep, mengaku banyak menggunakan uang pribadinya untuk membangun fasilitas sekolah, bahkan menurut Hasan, pihaknya sempat menunda keberangkatan haji hanya untuk kepentingan pembangunan pendidikan.

" Pergi haji itu hukumnya wajib bagi yang mampu, kalau diterima. Kalau tidak kan sama dengan rekreasi, makanya saya lebih mengutamakan kepentingan banyak orang, seperti lembaga pendidikan " kata Hasan kepada Surabaya pagi, Selasa, (15/09/2020).

Hasan menceritakan sebelumnya, dirinya  menjadi Kepsek di SDN Aeng Merrak II di Batu Putih Kab. Sumenep, lalu di mutasi ke SDN Kalimook I Kalianget sekitar tahun 2018.

“Selama menjadi kepala sekolah saya memang punya program unggulan untuk memajukan lembaga, terutama kenyaman belajar siswa, sehingga saya berhasil menciptakan suasana belajar dan siswa terbanyak kala itu” ujarnya.

Lalu Hasan juga menjelasan setelah masuk di SDN I Kalimook I Kalianget, ia melihat lembaga ini terbuka lepas, maka ia berinisiatif untuk membangun pagar sekolah kurang lebih 300 Meter.

“Itu saya kerjakan baru tiga hari menjabat sebagai kepsek, setelah itu saya bikin halaman dengan variasi air mancur lalu di tahun yang sama saya melakukan pengeboran air,” tegasnya.

"Kurang lebih dana 190 juta di ATM saya habis, itu rencananya untuk ongkos haji, tapi saya sumbangkan untuk kepentingan negara, khususnya lembaga pendidikan” imbuhnya.

Selain itu, Hasan menuturkan, pada tahun 2019 upaya memaksimalkan fasilitas sekolah dengan membangun Mushalla dan ia juga membangun visi misi sekolah dengan menggunakan marmer kurang lebih 7 juta.

“Hal ini dilakukan supaya saya melihat sekolah itu jauh lebih indah dan menarik, sebab yang saya lihat hanya ada tulisan SDN Kalimook I makanya saya lengkapi dengan visi misi sekolah,” urainya.

Selain itu kata Hasan, kepala sekolah harus memiliki sifat inovatif dalam menciptakan suasana bersih lingkungan.

“Makanya saya melakukannya karena keberadaan sekolah ini masuk wilayah saya sebagai warga Kalianget, jadi kalau pun saya dimutasi nantinya, saya tetap merasakan kepuasan sebagai warga Kalianget yang pernah membangun dan memberikan fasilitas sekolah khususnya di SDN Kalimook I Kalianget,” ungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah siswa di SDN Kalimook I kurang lebih 240 siswa, dan untuk tahun ajaran baru berjumlah 43 siswa baru. (Ar)