Bangun Pasuruan, Gus Ipul Punya Banyak PR

Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, di gedung DPRD Kota Pasuruan. SP/Dir

 

SURABAYAPAGI.COM,  Pasuruan - Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk membangun Kota Pasuruan. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, kemiskinan dan pengangguran, angka rasio capaian pembangunannya masih dibawah provinsi Jawa Timur. Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, di gedung DPRD Kota Pasuruan, Senin (01/03/21) malam. 

Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf mengatakan, kondisi perekonomian Kota Pasuruan mengalami penurunan minus 20%. Kesenjangan pendapatan masih tinggi. Perkembangan ekonomi mikro masih rendah hanya di angka 6,9, lebih rendah dibanding angka perkembangan ekonomi mikro Provinsi Jatim. Yang lebih parah  kata Ipul, data pariwisata tidak ada sama sekali. Berapa jumlah wisata yang berkunjung ke makam KH. Abdul Hamid setiap tahunnya, berapa tingkat okupansi hotel dan lainnya tidak jelas. 

"Data statistik kunjungan wisata tidak akurat. Informasi yang saya  dengar selama ini ada sekitar 186.000 pengunjung setahun. Angka itu terlalu kecil jika dilihat dari fakta dilapangan. Hitungan saya, dalam setahun ada sekitar satu juta lebih pengunjung. Selama ini pemerintah tidak mencatatnya dan tidak mempersiapkan dengan baik fasilitas apa yang dibutuhkan wisatawan, "ujar Ipul. 

Di sisi pemerintah, lanjut Ipul, dalam pengelolaan anggaran dan akuntabilitas keuangan masih belum maksimal. Indikatornya adalah, dalam dua tahun berturut-turut Kota Pasuruan hanya mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK. " Kondisi ini membuat Kota Pasuruan tidak mendapat dana insentif daerah (DID), "jelasnya.

Untuk menyelesaikan bermacam persoalan tersebut, Gus Ipul-Adi Wibowo akan memulainya dari titik nol. Yakni dengan melihat kondisi objektif di lapangan dan sumberdaya yang ada. "Saya sampaikan kepada gubernur, kita mulai dari titik nol, artinya sesuai kondisi obyektif hari ini. Memang sudah ada pembangunan  namun capaiannya belum maksimal. Untuk itu, kita mulai dari nol dengan sumber daya yang ada dan sesuai dengan indikator yang ada. Dan dukungan apa dari pemprov yang terbaik untuk Pasuruan agar cepat maju, "ucap Ipul yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah yang hadir menyaksikan serah terima jabatan tersebut. 

Oleh sebab itu, lanjut Ipul, sebagai dasar implementasi program pembangunan pemerintah, dirinya menarget RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) bisa kelar dua bulan kedepan. Dan diawal kepemimpinannya dia memprioritaskan penataan alun-alun dan membenahi RSUD dr R. Soedarsono. 

Gus Ipul menambahkan, Kota Pasuruan yang berpenduduk sekitar 206 ribu jiwa ini sebenarnya memiliki potensi.  Letak geografisnya strategis sebagai kawasan pesisir dan penyanggah kawasan wisata Semeru, Tengger, Bromo. Dengan didukung sumberdaya manusianya mestinya Kota Pasuruan mampu menjadi jujugan wisatawan yang mau berwisata  laut ataupun wisata pegunungan. Namun, terang Ipul, pemerintah saat ini belum  menyediakan fasilitas yang diinginkan wisatawan. 

"Potensi membangun Kota Pasuruan sangatlah besar. Tentu saja butuh dukungan dari legislatif dan aparat pemerintahan serta  masyarakatnya, kota Madinah akan terwujud. Yakni, maju ekonominya, aman, indah kotanya, serta harmonis rakyatnya. Tentunya dengan slogan Sira Dira Satya Pati. Artinya, berani tangguh dan setia pada pimpinan. Pimpinan pemerintah juga pimpinan agama, "jlentreh mantan Wagub Provinsi Jatim dua periode ini. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah, berharap besar kepada duet Saifullah Yusuf-Adi Wibowo untuk membawa Kota Pasuruan menjadi kota yang maju. Tidak tanggung-tanggung, Khofifah berani menjadikan Kota Pasuruan menjadi  'Singapura' nya Jawa Timur. Dia mencontohkan majunya negara Singapura yang luasnya lebih kecil dan penduduknya lebih sedikit dibanding Jakarta tapi mampu menjadi negara yang terbilang maju. Itu semua tidak lepas dari peran pemimpinnya. Bagaimana pemimpin daerah bisa membangun pemerintahan yang memiliki kapasitas, bersih, dan inovatif. 

"Dipimpin Gus Ipul dan Mas Adi Kota Pasuruan akan menjadi Singapura nya Jawa Timur. Saya yakin. dir