Batal Berangkat Haji, Gubernur Khofifah Harap Sabar dan Tawakal

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa . SP/ARLANA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kementerian Agama RI membuat keputusan penyelenggaraan ibadah Haji 1442 H/2021 M batal karena masih dilanda pandemi. Hal ini sesuai dengan  Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji 1442 Hijriah/ 2021 Masehi.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap umat Islam tetap sabar dan tawakal. "Dengan pembatalan ini, sesungguhnya Allah SWT menakdirkan tahun sekarang belum diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji," ujarnya ditemui di Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis malam.

Menurutnya, haji sesungguhnya kewajiban bagi orang yang mampu. Pada posisi itu maka dengan adanya pandemi Covid-19 kehati-hatian untuk menjaga keselamatan nyawa, jiwa, dan kesehatan menjadi prioritas.

"Mohon bersabar dan mudah-mudahan Covid-19 segera hilang dan segera diberikan kesempatan Allah untuk kembali menunaikan ibadah haji," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Terkait dengan pembatalan ini, Khofifah menyadari akan memperpanjang daftar tunggu haji di Jatim. Ia telah dilakukan pengecekan bahwa daftar tunggu haji di Jatim sudah sampai 31 tahun.

"Tadi sore ini, saya minta seorang kawan untuk daftar haji, ternyata sudah 31 tahun daftar tunggunya. Persoalan yang paling mendasar adalah karena pandemi Covid-19 yang memang mengharuskan kita melindung nyawa dan jiwa, serta kesehatan masyarakat," tutur mantan Menteri Sosial tersebut.

Alasan tidak memberangkatkan haji karena pemerintah Arab Saudi hingga saat ini tidak kunjung membuka akses haji bagi jamaah luar negeri, termasuk Indonesia. Arab Saudi sejauh ini baru mengizinkan jemaah dari 11 negara untuk beribadah haji, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss, dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, alasan keamanan dan keselamatan karena pandemi Covid-19 menjadi salah satu keputusan membatalkan pemberangkatan haji.

Sekadar informasi, Kerajaan Saudi membuka pintu untuk jamaah calon haji yang sudah disuntik vaksin bersertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara, Vaksin Covid-19 Sinovac yang mayoritas dipakai jamaah calon haji asal Indonesia baru beberapa hari yang lalu mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO. nt/na