Begini Prosedur Bongkar Muat di Terminal Petikemas Surabaya

Aktivitas bongkar muat di terminal petikemas Surabaya (TPS). SP/ Humas TPS

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktivitas bongkar muat di terminal Petikemas Surabaya nyatanya tidak semudah yang dilihat mata. 
 
Tatakala kapal sandar tak serta merta alat Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane menindahkan petikemas dari kapal berikut dibongkar. Ada prosedur yang harus dilewati.
 
Corporate Communications PT. Petikemas Surabaya, Retno Utami menjelaskan, sebelum kapal bersandar ada penentuan tanda batas tambat kapal dan persiapan kade meter. 
 
Penentuan batas tambat kapal ini berdasarkan hasil rapat harian. Setelah ditentukan batas tambat, Supervisor dermaga kemudian memasang bendera tambat di dermaga.
 
"Supervisor Dermaga menyiapkan kade meter dan memberi tanda batas tambat kapal dengan menempatkan bendera tambat di dermaga untuk siang hari dan menambahkan lampu tambat untuk malam hari," kata Retno Utami saat dihubungi melalui saluran telepon, Minggu (28/02/2021).
 
Setelah kade meter disiapkan, selanjutnya Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) akan bersiap pada posisi kade meter awal dan kade meter akhir tempat kapal akan sandar dan memasukkan ujung tali tambat kapal ke dalam bolder.
 
"Tugas supervisor dermaga selanjutnya adalah menginput data berupa tanggal, jam, dan posisi sandar kapal ke dalam sistem Terminal Petikemas Surabaya," terangnya
 
Setelah kapal sandar, Kru Kapal menurunkan tangga kapal dan memasang jala pengaman. TKBM selanjutnya akan memastikan extra gangway telah dipasang dengan benar dan aman di antara tangga kapal dan dermaga
 
TKBM kemudian membuka lashing dan twislock petikemas di atas dek pada Bay yang akan dibongkar. Saat membuka lashing dan twislock petikemas, TKBM wajib menggunakan mancage apabila berada di atas petikemas dengan ketinggian lebih dari 2 meter.
 
Guna mempermudah pembokaran, operator kapal akan mengaktifkan dan mengirimkan urutan pembokaran petikemas. Urutan tersebut disesuaikan dengan urutan rencana bongkar yang telah disepakati dengan perusahaan pelayaran atau agen kapal. 
 
"Operator container crane akan membongkar petikemas dari kapal ke atas head truck sesuai arahan dari Petugas Tally," katanya
 
Ketika telah dibongkar oleh operator container crane, Petugas Tally dermaga akan memeriksa secara visual kondisi fisik dan nomor petikemas. Usai diperiksa, hasil tersebut dilaporkan di hand hand terminal (HHT) sesuai dengan nomor petikemas yang dibongkar dan menginputkan nomor segel petikemas.
 
"Sesuai instruksi yang ditampilkan pada Vehicle Mounted Terminal (VMT), Pengemudi head truck mengangkut petikemas dari dermaga ke lapangan penumpukan," urainya
 
Saat tiba di lapangan penumpukan operator RTG akan memindahkan petikemas dari chassis head truck ke lokasi penumpukan sesuai dengan instruksi yang ditampilkan pada VMT.
 
"Petikemas yang telah dibongkar akan ditumpuk di lapangan penumpukan Terminal Petikemas Surabaya untuk dimuat kembali ke kapal atau dikeluarkan dari terminal" ucapnya menjelaskan. Sem