Bekali Ratusan ASN Baru, Bupati Ikfina Tuntut Semuanya Melek Teknologi

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat membuka acara Sosialisasi dan Pembekalan Manajemen ASN di Pendopo Pemkab Mojokerto, Rabu (23/2/2022) pagi. SP/Dwi AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menuntut ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mojokerto yang baru menerima petikan Surat Keputusan (SK) PNS untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang baru.

Selain harus produktif, seluruh ASN juga diminta melek teknologi guna meghadapi era industri 4.0 dan society 5.0. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Sosialisasi dan Pembekalan Manajemen ASN serta Penyerahan Petikan SK PNS Pemkab Mojokerto kepada 397 orang, di Pendopo Pemkab Mojokerto, Rabu (23/2/2022) pagi.

"Kedepan semua ASN Kabupaten Mojokerto tidak boleh ada yang gaptek, semuanya harus melek digital di bidangnya masing-masing," ujarnya.

Karena, lanjut Ikfina, sesuai arahan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), kedepan seluruh pelayanan pemerintahan harus berbasis aplikasi teknologi. Dan transaksi keuangan juga harus cashless non tunai agar aliran uang negara mudah dilacak sumbernya serta pengeluarannya.

"Inovasi berbasis teknologi sudah kita gencarkan di setiap sektor pelayanan, agar aplikasi ini bisa diterapkan dengan baik dibutuhkan SDM yang paham teknologi. Nah gimana ASN bisa melayani, kalau dia sendiri tidak paham teknologinya," ucapnya.

Tak hanya itu, penggunaan cashless non tunai di Kabupaten Mojokerto saat ini terus digencarkan bahkan sudah merambah ke pasar-pasar tradisional. Untuk pembayaran retribusi pasar misalnya, para pedagang telah beralih menggunakan Qriss Bank Jatim.

"Sehingga lebih mudah, praktis dan aman. Karena transaksinya jelas dan uangnya langsung masuk ke kas daerah," ucapnya.

Ikfina juga mengajak ASN yang baru bergabung untuk merubah mindset pola pikir mengahadapi cara kerja era global dengan meningkatkan produktifitas kerja. Ini agar para ASN cepat beradaptasi dan bisa diterima dengan baik oleh lingkungan kerjanya yang baru.

"Kalau kerjanya produktif akhirnya kan bisa cepat adaptasi, karena mereka yang bertahan adalah mereka yang bisa cepat beradaptasi, ini sudah hukum alam," ujarnya.

Terkait sosialisasi produk dan layanan Perbankan oleh Bank Jatim saat acara penyerahan petikan SK PNS, Ikfina juga memberikan pesan bijak kepada ASN untuk berpikir kritis produktif dalam memutuskan pinjaman.

"Monggo siapa saja bisa meminjam ke Bank Jatim dengan menggunakan jaminan SK nya. Asalkan untuk kepentingan investasi jangka panjang, jangan digunakan untuk membeli barang yang mudah susut nilai jualnya," pesannya.

Karena menurutnya, ada korelasi penting antara pinjaman ASN dengan produktivitas kerjanya. Jangan sampai hutang tersebut menjerat ASN sehingga membebani pikirannya dan akhirnya berpengaruh kepada etos kerjanya.

"Kalau sudah hutang otomatis tiap bulan gajinya di potong, nah kalau nerima gajinya sudah minim, bagaimana bisa semangat kerja. Inilah yang harus dipikir, karena gak ada istilah getun itu didepan," pungkasnya. Dwi