BEM Mahasiswa Demo, Soal Ekonomi dan Perpanjang Jabatan Presiden

Ratusan mahasiswa demo tolak penundaan pemilu di dekat kawasan Istana Negara, Jakarta

Ada Protes Aksinya tidak Diliput TV Nasional

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Mahasiswa  Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia sejak akhir Maret hingga kemarin melakukan aksi demo  di kawasan Istana Negara , Jakarta.

Aksi ini digelar usai mendengar beberapa persoalan yang membuat masyarakat alami kesulitan.

Terutama isu ekonomi terkait minyak goreng, sembako lainnya dan penundaan pemilu menjadi yang banyak disorot Mahasiswa. Aksi mahasiswa berjacket sejumlah kampus juga menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Perwakilan AMI, Bayu Satria Utomo mengatakan, isu yang digulirkan penolakan penundaan Pemilu, dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Aspirasi disampaikan kepada Joko Widodo selaku orang nomor satu di Indonesia.

"Penolakan terhadap penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden perlu disikapi langsung oleh Presiden sebagai pejabat tertinggi negara," kata Bayu saat dikonfirmasi, Senin (4/4/2022).

 

 

 

 

 

TV Dituding tak Meliput

Liputan6.com mendapati klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan unjuk rasa mahasiswa 28 Maret 2022. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Maret 2022.

Klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan unjuk rasa mahasiswa 28 Maret 2022 berupa video aksi unjuk rasa dilakukan sejumlah orang membawa sepanduk dan atribut.

Pada video tersebut terdapat tulisan :.

"28 Maret 2022 Mahasiswa turun mengepung istana

q bantu viralin karena media tv pura2 picek

Google Search dengan kata kunci 'unjuk rasa 28 maret 2022'. Penelusuran mengarah pada situs kompas.tv berjudul "BEM Seluruh Indonesia Unjuk Rasa di Kawasan Patung Kuda Monas, Ini Tuntutan Mahasiswa!"  yang dimuat pada 28 Maret 2022.

Situs kompas.tv memuat video siaran berita tentang Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia hari ini (28/03) berunjuk rasa menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

 

 

 

Tunggu Jawaban Jokowi

Hingga kekinian, mahasiswa masih menunggu Jokowi untuk membuat pernyataan terbuka menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Jika tidak, kata Bayu, mahasiswa mengancam akan turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar.

"Hal tersebutlah yang menjadi pernyataan sikap para mahasiswa yang turun ke jalan hingga sore menjelang malam hari," kata Bayu yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia tersebut.

Sedangkan Ketua BEM Riau, Kaharudin bersama rekan-rekan juga menggelar aksi di Jakarta.

Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) di istana Presiden Jakarta dikomandoi mahasiswa asal Riau, yang juga BEM Unri Kaharudin. Dia berdemo bersama gabungan dari berbagai kampus di tanah air.

 

 

 

 

 

Aksi Berlanjut Terus

Menurut Kaharudin, aksi mereka ini akan berlanjut terus hingga tuntutan mereka dijawab Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Jadi perjuangan kami akan terus berlanjut, kami akan menggelar aksi yang lebih besar lagi 11 April mendatang,"ujar Kaharudin.

Saat bersamaan juga  digelar aksi di seluruh daerah di Indonesia, selanjutnya sejumlah aliansi BEM lain juga sudah mulai menyatakan diri bergabung dengan perjuangan mahasiswa tersebut.

"Sejumlah aliansi BEM lain juga sudah mulai menyatakan bergabung dengan aksi kita, Aliansi BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (PTMI),"ujar Kaharudin.

 

 

 

Staf Sekneg Merespon

Staf Khusus Sekretaris Negara Faldo Maldini mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menjawab berkali-kali akan tunduk pada konstitusi dan setia pada sumpah jabatan.

Pernyataan Faldo tersebut terkait dengan aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang mengancam melakukan aksi besar-besaran karena Presiden Jokowi tidak menjawab tegas menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Ini isu sudah berkali-kali dijawab. Presiden pun sudah tanggapi, tunduk pada konstitusi, setia pada sumpah jabatan," kata Faldo Selasa, (5/4/2022).

 

 

 

Ajak Jangan Ancam Presiden

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin merespon ancaman Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang akan menggeruduk Istana lantaran Jokowi tak merespon tuntutan mereka.

Ngabalin meminta para mahasiswa untuk tidak melontarkan pernyataan-pernyataan bernada ancaman kepada Presiden Jokowi.

Pasalnya, Jokowi merupakan kepala negara yang seharusnya dihargai oleh para mahasiswa.

“Tidak bagus, tidak baik dalam karakter dan prinsip dasar mahasiswa kalau mengancam. (Jokowi) kepala negara lho ini,” katanya dihubungi, Selasa (5/4/2022).

Menurut Ngabalin, seorang mahasiswa seharusnya bisa menyampaikan pendapat dengan baik.

Ia menilai memberikan ancaman seperti itu bukan lah watak dari mahasiswa.

“Mahasiswa ini harus baik-baik. Mulai sekarang mereka harus menyampaikan pendapat dengan baik, enggak usah main ancam,” ujarnya.

Sebelumnya, AMI telah menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022) lalu.

Adapun tuntutan aksi massa adalah menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Perwakilan AMI, Bayu Satria Utomo mengatakan, penolakan penundaan Pemilu yang berujung pada perpanjangan masa jabatan Presiden perlu disikapi.

Tentunya, oleh Joko Widodo (Jokowi) selaku orang nomor satu di Indonesia.

Dalam aksinya, massa mahasiswa memberi tenggat waktu selama dua hari agar Jokowi memberikan sikap.

Dengan demikian, pada Minggu (3/4/2022), adalah waktu terakhir yang dinantikan oleh mahasiswa untuk menunggu jawaban dari Presiden.

Atas hal itu, AMI akan kembali akan turun ke jalan jika wacana penundaan Pemilu hingga perpanjangan masa jabatan Presiden digaungkan.

Hanya saja, Bayu belum bisa memastikan kapan aksi unjuk rasa tersebut akan berlangsung. n 07, jk, er, lp6