Bentrok Kelompok Pesilat dan Security, 12 Orang jadi Tersangka

Lokasi bentrok antara kelompok pesilat dan security yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - 12 ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam aksi tawuran sekelompok pemuda dengan sejumlah security di jalan Buntaran Tandes, beberapa waktu yang lalu.

 Tersangka pertama Kholil selaku penjaga ruko ditetapkan tersangka pembacokan terhadap korban Jarum dan Didik. Kemudian, M Nur Azuri alias Ceng (28), warga Bojonegoro. Dua lainnya MAP (17), dan AR, (17), warga Tanjungsari, Surabaya ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan.

Selanjutnya tersangka Kukuh Tandane, (23) warga Buntaran, Surabaya, Andy Kurniawan alias Cipok (19) warga Bojonegoro, dan Joni Irawan (19) tinggal di Jalan Karangpoh, ditangkap karena mengeroyok Kholil.

Kemudian lima orang kembali ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam (sajam). Mereka adalah Moh Malik (38) warga Jalan Sawahpulo, Surabaya, Suli (50) warga Bangkalan, Ananda (19), Manan (63), dan Moh Wifa (20), ketiganya warga Grogol Kauman, Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian mengatakan ketujuh tersangka ditetapkan dengan tiga kasus yang berbeda.

"Kami tidak tebang pilih. Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas semua kasus pidana yang terjadi pada bentrok tersebut," tegas Oki, Senin (17/5/2021).

Saat ditangkap, semua tersangka tersebut terbukti membawa pisau penghabisan. Dari hasil pemeriksaan, pembacokan yang dilakukan oknum sekuriti itu setelah tersangka Jarum dan Didik lebih dulu mengeroyok teman Kholil.

Para pengeroyok itu sebelumnya diusir oleh Malik selaku teman Kholil karena pesta miras. Saat kembali bersama teman-temannya, Malik tidak ada dan akhirnya Kholil yang menjadi sasaran.

"Hingga akhirnya Kholil mengambil sajam dan menyabetkan ke JR dan DDK," jelas Oki.

Mendengar Kholil dikeroyok, kelima temannya datang dengan membawa sajam berupa pisau penghabisan. Melihat kalah jumlah sekelompok pemuda itu akhirnya bersembunyi di ruko hingga akhirnya diamankan pihak kepolisian.