Berangkat Sekolah, Siswa SMKN Pungging Tewas Terlindas Truk

Korban yang meninggal di lokasi kejadian saat dievakuasi oleh petugas PMI Mojokerto.SP/Dwy AS

 SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pelajar jurusan kelistrikan kelas XII SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto tewas mengenaskan dalam kecelakaan di Jalan Raya Trawas - Pungging, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (11/9) pagi. 

Korban yang berangkat sekolah mengendarai sepeda motor Honda Beat putih Nopol S 3746 NAT ini meregang nyawa setelah terjatuh dan terlindas truk bernomor polisi S 8002 UT dari arah yang sama. 

Pelajar tersebut yakni Ahmad Dani Firmansyah (17), warga Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ia tewas terlindas ban truk bermuatan bata ringan yang dikemudikan Hary Murphy, Warga Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Hari Murphy (57) sopir truk mengaku, kecelakaan itu bermula saat korban dan truk yang ia kemudian melaju sama-sama dari arah selatan, sesampainya di lokasi korban berusaha menyalip dari arah kiri.

"Saya kan habis ambil muatan dari pabrik hendak kirim batu bata ringan ke Wonogiri. Korban ini menyalip dari kiri. Saat menyalip ada motor berhenti ditabrak oleh korban hingga akhirnya terjatuh masuk ke kolong truk," terangnya.

Ia mengaku, sempat berusaha menghindar namun ramainya jalanan di lokasi kejadian membuat dirinya tak bisa berbuat banyak.

"Saya sudah berusaha menghindar namun gak bisa karena kondisi jalan sedang ramai," tegasnya.

Kata dia, korban meninggal usai terlindas pada bagian ban belakang truk yang ia kendarai. Korban mengalami luka cukup serius pada bagian tubuh.

Di bantu warga dan sejumlah potensi relawan korban langsung dievakuasi ke RSUD Soekandar Mojosari. Sementara itu petugas yang datang ke lokasi segera menggelar olah TKP untuk memastikan kronologi dan penyebabnya kecelakaan tersebut. Dan perkara ini ditangani oleh Satlantas Polres Mojokerto. 

Sementara itu IPDA Handoko Kanit Laka Satlantas Polres Mojokarto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, kasus ini masih dalam penanganan petugas.

"Petugas masih di lokasi, masih mengumpulkan data," tegasnya. Dwi