Berani Hapus Debat Cawapres, KPU Diduga Ada Kepentingan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 04 Des 2023 20:57 WIB

Berani Hapus Debat Cawapres, KPU Diduga Ada Kepentingan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, mempertanyakan perubahan teknis dalam debat calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Menurut dia, pada gelaran pemilu sebelumnya ada jadwal debat khusus untuk para cawapres, sedangkan kali ini tidak ada. Perubahan inilah yang menimbulkan pertanyaan dan terkesan menguntungkan salah satu pasangan calon (paslon).

Baca Juga: Satu TPS di Jombang Gelar Pemilihan Ulang, Ini Penyebabnya

Syarwi mengatakan, debat cawapres penting untuk memberikan kesempatan kepada publik untuk mengenal lebih jauh visi dan misi para calon wakil presiden.Selain itu, debat cawapres juga dapat menjadi ajang untuk menguji kemampuan para cawapres dalam menghadapi tantangan dan persoalan yang dihadapi bangsa.

 

Pertanyakan Independensi KPU

"Harusnya debat Cawapres ya tetap diadakan sebagaimana di pemilu sebelumnya pernah diadakan," kata Syarwi kepada wartawan, Senin (4/12).

Baca Juga: Muncul Bocoran Daftar Jajaran Kabinet Capres Prabowo, dr. Terawan Menkes Lagi, Sri Mulyani Terdepak?

Dengan demikian, Syarwi pun mempertanyakan independensi penyelenggara pemilu dalam pesta demokrasi lima tahunan. Sebab, langkah ini mengesankan adanya konflik kepentingan.

"Saya kira masyarakat dan publik juta sudah tahu kenapa kemudian tidak ada debat cawapres," ujar Syarwi.

Ia menambahkan, dengan adanya perubahan ini penyelenggara pemilu tidak bisa menyalahkan pandangan masyarakat yang menduga langkah ini untuk menguntungkan salah satu paslon.

Baca Juga: Usai Ketemu Surya Paloh, Jokowi Klaim Hanya Ingin Jembatani

"Jangan salahkan asumsi persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa format ini hanya terkesan untuk melindungi salah satu calon wakil presiden," jelasnya.

Dia berharap, saat debat nanti, para paslon diberi ruang untuk beradu gagasan dan argumen. Para paslon tidak perlu diberikan kesempatan untuk memberikan gagasan 'terliar'-nya untuk membangun Indonesia. Karena itu, debat pilpres harus jauh dari hal-hal yang sekedar gimik dan formalitas. "Sehingga publik bisa menentukan siapa capres dan cawapres yang mereka akan pilih. Tidak memilih kucing dalam karung," ingat dia. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU