Berkarir di Kota Bandung, Faisol Raih Gelar Sarjana Sosial di Kampus "STIDAR" Ini Profil Lengkapnya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 27 Nov 2023 16:10 WIB

Berkarir di Kota Bandung, Faisol Raih Gelar Sarjana Sosial di Kampus "STIDAR" Ini Profil Lengkapnya

i

Faisol S, Sos, didampingi istrinya, Fitria, A.Md, dan anaknya Nabila Millatifa Izal, saat raih gelar Sarjana, di Gedung Islamic center Bindara saod Batuan Sumenep. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Setelah dinyatakan lulus di Sekolah Tinggi ilmu Dakwah (STIDAR) Raudhatul Iman Gadu Barat, Kec. Ganding Kab. Sumenep, sosok yang kerap kali di sapa Faisol itu kini menyandang gelar Sarjana Sosial 

Saat ditemui reporter Surabaya pagi, Faisol mengaku dirinya, berlatar pendidikan di Pondok pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura, (1996-2000) dan melanjutkan Kuliahnya di Sekolah tinggi seni Indonesia (STSI) Bandung, Bahkan kata dia, sejak menetap di Madura (2012) tercatat sebagai reporter di Harian Bangsa Surabaya, sebagai Penulis freelance di salah satu Media lokal dan Nasional.

Baca Juga: Pengamat Politik Asal Sumenep, Apresiasi Putusan DKPP untuk KPU RI

Diketahui, sosok Faisol Lahir di Rombiya Barat 6 Februari 1978 Madura, berlatar pendidikan formalnya di lembaga Madrasah Ibtidaiyah, Sumber Mas (1994) MTS I Annuqayah (1996) MA I Annuqayah (1999) dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung (2000- Tidak Selesai )

Menurut Faisol, tidak ada kata terlambat dalam belajar, di usianya yang sudah lanjut, ia masih bersemangat menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah  Raudlatul Iman (STIDAR) Gadu Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep (2023)

Memiliki banyak pengalaman hidup, dalam sebuah organisasi sosial, terutama dalam panggung kesenian teater baik sebagai penulis Naskah Drama, skenario maupun sebagai Sutradara dalam sebuah pertunjukan.

Di Bandung, Faisol masuk dalam binaan wadah pengembangan kreasi, asuhan Poernomo Arek, di lembaga Bias Kriya Nusantara Bandung, dan Yayasan Jendela Seni Bandung, pimpinan Drs. Erwan Juhara, SMM. 

Selain itu, Sebagai Pimpinan Produksi Sanggar Sastra Siswa Indonesia Bandung (YJSB) bekerjasama dengan Majalah Horison, The Ford Foundation Jakarta (2002) 

Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi, Ketua Pelaksana kegiatan Forum Penulis “International Media Network, PT Kaba Media Bandung (2006) dan, Koordinator kegiatan lomba-lomba dalam kegiatan 1 Abad Annuqayah Guluk-guluk sumenep Madura (2000)

Sebagai Pimpinan Produksi di kegiatan Teater G-gef, Poernomo Arek Bandung. (2001-2006) dan, Panitia Pameran Buku Terbesar di Jawa Barat bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Buku Indonesia (IKAPI) Jawa Barat.

Faisol pernah  diundang ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dalam rangka Ulang Tahun KSI ke- V di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin Jakarta bersama Erwan Juhara (2001).

Baca Juga: Direktur PT Sinar Megah Indah Perkasa di Sumenep Jadi DPO Polda Jatim

Semasa di pendidikan Pesantren Annuqayah,  Faisol pernah menjabat sebagai Ketua perpustakaan Pusat Annuqayah (1999-2000) Ketua kelompok Baca Puisi (KBPA) Annuqayah (1997) Anggota Sanggar Andalas Lubangsa (1996-2000) dan aktivis Kembara 7

Bahkan kata dia,  pihaknya bersama komunitas Sanggar Andalas, pernah menyutradarai pementasan Teater bertema Syekh Siti Jennar, Sebagai Sutradara terbaik III tingkat Jawa Timur di Depot Akura UNIRA Pamekasan (2005). 

Setelah memilih menetap di kampung kelahirannya dan bergabung dengan lembaga pendidikan formal di Madrasah Aliyah Agung Damar sebagai Guru Sejarah, dan mengelola lembaga pendidikan SMK kejuruan di lembaga yang sama sebagai Kepala sekolah  SMK Agung Damar, Pragaan Daya Talaga Kab. Sumenep (2012-2014) 

Berprofesi sebagai tenaga pendidik, sosok Faisol tetap menulis dan berkarya, sebab, kata dia, hidup harus memiliki karya untuk dapat diabadikan sebagai sejarah.

Diketahui, Faisol pernah aktif bekerja sebagai penulis dan reporter daerah di Kab. Sumenep, baik di media online maupun cetak diantaranya, Bulletin Pro Rakyat, LiraNews,com, Transparansi, com. Channel Indonesia.com,  Reporter Koran Madura, Berita Metro, Koran Harian DUTA Masyarakat dan Harian Bangsa Jawa Timur perwakilan Kab. Sumenep.

Baca Juga: Ciptakan Masyarakat Kondusif Jelang Pemilu, para Tim Relawan Gelar Materi Kebersamaan

Namun, diketahui, sosok yang malang melintang di dunia sastra ini lebih dikenal sebagai penyair daripada karya jurnalistiknya, hal ini terlihat dari berbagai karya tulisnya yang sempat diantologikan secara bersama-sama maupun sendiri, 

Inilah beberapa karya buku yang dihasilkannya lewat antologi bersama maupun sendiri, Olle Ollang, (1998) Perbani 13 (1999), Pertemuan Sufi (2000) Bandung dalam Puisi (2001) Di atas  Viaduct (2009) Tzunami Nangro Aceh (2008) Sajak Kemerdekaan (2009) Nyanyian Sebelum Subuh (2002) dan, Sertifikat Cinta (2006), Senyuman lembah Ijen (2018) Cimanuk, ketika Burung-burung kini telah pergi (2016) Kerinduan sampai ke Bulan (2012) Luka yang tergores (2013)

Beberapa karya tulis yang lainnya, dalam bentuk karya ilmiah, Puisi, Cerpen dan essay dimuat dalam beberapa media lokal dan nasional, salah satunya, di Majalah Suaka,  IAIN SGD Bandung,

Majalah Seni Komunitas Jabar, Koran H,U. Pikiran Rakyat Bandung, Koran H.U Galamedia, Bandung,  Radar Madura, dan penulis tetap di Bulletin Jendela Newsletter, Jawa Barat, 

Bahkan, Kehadiran Faisol di Jawa Barat, diperkenalkan lewat tulisan Kang Unay di dalam sebuah Majalah Mangle di Jawa Barat, dan Abah Wawan di koran Tadjuk keduanya, koran cetak yang terbit di Jawa Barat. AR

Editor : Moch Ilham

Tag :

BERITA TERBARU