Bersama BSI, Kemenag Jatim Tingkatkan Literasi Publik Produk Syariah

Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi menandatangani MoU bersama dengan BSI Region Office IX. SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI  

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ahmad Zayadi menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) bersama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office IX.

Nota kesepahaman MoU terkait dengan layanan perbankan pembayaran tunjangan kinerja ASN tersebut juga diikuti oleh Kankemenag Kabupaten Kota se-Jawa Timur serta Kepala Cabang BSI se-Jatim, Bali dan Nusa Tenggara secara virtual. Kamis (04/03/2021).

Ahmad Zayadi menilai, ada 2 hal yang menjadi poin dari penandatanganan MoU ini. Pertama adalah penguatan kapasitas dari kedua belah pihak, hingga pada penguatan program kegiatan yang ada. 

Namun, hal yang menjadi tantangan dari MoU ini, yakni bagaimana literasi terhadap produk syariah pada publik itu bisa semakin dipahami dan diterima oleh masyarakat. Dan hal tersebut, jelas Kakanwil kini menjadi sebuah kebutuhan umat. 

IMG_7883

Kedua, tambah Kakanwil, bagaimana MoU ini bisa memaksimalkan manfaat bagi umat. Saat ini, kondisi umat bangsa menunggu respon positif dari lembaga seperti BSI untuk bisa memberikan manfaat nilai tambah pada umat. 

"Kami harap BSI bisa hadir secara maksimal pada layanan keagamaan dan kebutuhan rumah ibadah," Kata Zayadi. Dirinya berharap, sebagai perbankan syariah BSI mampu mewujudkan harapan nasabahnya dapat memberikan layanan yang cepat, tepat dan kompetitif. 

Dirinya juga menambahkan, potensi wakaf saat ini sangat luar biasa. Namun pemahaman terkait wakaf masih rendah. "Literasi tentang wakaf perlu kita tingkatkan, agar gerakan dan program wakaf ini bisa lebih besar gaungnya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia, Tbk Region Office IX Surabaya, Ali Muafa, menyatakan, pihaknya akan memperbanyak outlet pembayaran wakaf sebagai komitmen untuk mendukung gerakan dan program wakaf.

 "Outlet-outlet pembayaran wakaf akan kita tempatkan di masjid dan sarana peribadatan lain, untuk memudahkan masyarakat dalam berwakaf tunai dengan uang," ungkapnya. mbi