Bersama Komunitas, Ditlantas Berbagi Sembako Korban Covid 19

Surabaya Pagi, Surabaya Direktorat lalu lintas Polda Jatim berupaya membantu warga secara langsung akibat Pandemi virus Covid 19. Kali ini bersama Komunitas Korban Laka Lantas mendatangi langsung ke rumah korban, Minggu (17/05/2020). Direktur lalu lintas Polda Jatim Kombes Pol. Budi Indra Dermawan sebagai bentuk kepeduli terhadap korban pandemi virus Covid 19, pihaknya bersama komunitas korban laka lantas, membagikan paket sembako, masker dan handsanitizer, secara door to door. Kegiatan ini sendiri tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan secara serentak di 39 kabupaten/kota di jawa timur dengan sasaran komunitas korban laka lantas untuk membantu beban korban laka lantas selama pandemi Covid-19. Dirlantas polda jatim KBP Budi Indra Dermawan, S.I.K, M.M menjelaskan pihaknya sebagai inisiator dan penggerak kegiatan melaksanakan kegiatan di dua titik di kota surabaya yaitu didaerah Wonasari Lor Kec Semampir dan Tambaksari Selatan Kec Tambaksari." Tadi ada dua titik yang kita datangi,ujar Budi didampingi AKBP Budi Adhy Buono SH, Sik, MH dan AKBP Aditia Panji Anom Sik. Masih kata Budi, korban laka lantas yang pertama di datangi bernama Zakaria, 25, warga Wonasari Lor Gang KB 1/2 B. Korban ini mengalami kecelakaan lalu lintas tahun 2014. Akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan kedua matanya mengalami kebutaan total, padahal dirinya saat itu bekerja di sebuah hotel sebagai waiter. Tak sampai disitu, korban tidak bisa bekerja lagi dan beralih profesi menjadi pijat tuna netra, sebagai satu satunya sumber penghasilan, ditambah akibat adanya pandemi covid-19 ini, zakaria tidak bisa memijat lagi karena pelanggannya tidak ada yang berani untuk pijat dan ini menyebabkan kesulitan ekonomi dikeluarganya." Kita melihat ini dan kita bantu,"terangnya. Korban kedua yang kita kunjungi, Purnomo, 40, warga Kampung Tambak sari selatan, gang 14 no 8, surabaya. Dirinya yang berprofesi sebagai supir truck pada Desember 2019, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi dan tidak bisa bekerja lagi, serta harus melakukan rawat jalan dan terapi namun semenjak adanya covid rawat jalan dan terapi menjadi terkendala karena khawatir akan tertular. "Hal ini menghambat proses pemulihan Dia dan harus menanggung beban hidup keluarganya,"terangnya sedih. Masih kata Dirlantas, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan empati, kepekaan, solidaritas, dan kepedulian polantas dimasa pandemi covid-19 ini yang harus dihadapi secara gotong royong sehingga dapat meringankan beban sesama khususnya korban laka lantas,"pungkasnya.nt