Bersiap Longgarkan Lockdown, PM Inggris Boris Ingatkan Tetap Waspada

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. SP. DECOM

SURABAYAPAGI.com, London - Inggris akan melonggarkan pemberlakuan aturan lockdown pencegahan virus Corona (COVID-19). Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengingatkan untuk adanya "kehati-hatian maksimum".

 

Inggris mulai menerapkan lockdown sejak 23 Maret, dan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memutuskan untuk melonggarkan lockdown. Namun, sebagian warga Inggris memilih untuk tetap memberlakukan lockdown mandiri karena masih was-was dengan penularan.

 

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (8/5/2020) PM Boris Johnson mengatakan kepada para menteri senior pada hari Kamis (7/5) bahwa pemerintah akan mengadopsi "kehati-hatian maksimum", saat ia bersiap untuk menguraikan bagaimana kebijakan lockdown yang diberlakukan untuk memerangi wabah Corona dapat diredakan.

 

Johnson akan berpidato pada Minggu (10/5) malam untuk menetapkan "peta jalan" relaksasi aturan sosial yang diumumkan pada akhir Maret, tetapi diperkirakan tidak akan membuat perubahan besar pada tindakan itu.

 

Meskipun para pejabat mengatakan penyebaran COVID-19 di Inggris telah turun secara signifikan, Inggris memiliki jumlah kematian pasien Corona tertinggi kedua di dunia. Dengan 539 kematian lainnya yang diumumkan pada hari Kamis (7/5) menjadikan total kematian mencapai 30.615.

 

"Kami telah melewati puncaknya tetapi ini adalah momen yang sangat sulit dan... sangat berbahaya, jadi kami perlu melanjutkan dengan hati-hati," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab pada konferensi pers hariannya.

 

Laporan media pada hari Kamis (7/5) mengatakan latihan dan piknik tanpa batas akan diizinkan sebagai bagian dari pelonggaran pembatasan sosial awal.

 

Pengumuman itu muncul ketika Bank of England memperingatkan pada Kamis (7/5) bahwa ekonomi Inggris bisa merosot hingga 14 persen karena wabah Corona, meskipun akan pulih sebesar 15 persen tahun depan. (dc/afp/l6/cr-03/dsy)