Besok, TK-SMP di Tulungagung Gelar PTM Terbatas

Peninjauan kesiapan PTM di SMPN 1 Tulungagung.

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan mulai digelar secara serentak di Tulungagung pada Kamis (9/9). Pemkab Tulungagung mengatakan, PTM akan digelar untuk jenjang TK, SD dan SMP sederajat.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo melakukan peninjauan kesiapan PTM di SMPN I Tulungagung. Ia mengatakan, PTM dilakukan karena status COVID-19 di wilayahnya saat ini telah turun dari level 4 ke level 3.

"Setelah turun dari level 4 ke 3, sesuai dengan aturan diperkenankan untuk pembelajaran tatap muka. Makanya perlu kami cek kesiapannya," kata Maryoto, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka diberlakukan untuk seluruh jenjang pendidikan mulai TK hingga SMP. "SMP yang negeri saja ada 47, sedangkan SD yang negeri ada 576 lembaga. Itu nanti diikuti oleh sekolah yang lain," ujarnya.

Sistem pembelajaran tatap muka yang akan dimulai Kamis (9/9) akan disesuaikan dengan jumlah siswa di setiap lembaga pendidikan. Jika jumlah siswa dinilai cukup banyak, maka persentase siswa yang masuk lebih kecil.

"Jadi yang masuk ada yang 50 persen, ada yang 20 persen. Seperti SDN I Kampungdalem hanya 25 persen yang masuk," ujarnya.

Bupati mengaku, dari peninjauan di lapangan, masing-masing sekolah telah menyiapkan skema dan sistem pembelajaran tatap muka, yang relatif aman dari potensi penyebaran COVID-19.

Mulai dari penyiapan perlengkapan cuci tangan, pengukur suhu, hingga pengaturan tempat duduk siswa di setiap ruang kelas. "Persiapan sudah bagus, jaraknya sudah ditata, ada yang dipasang penyekat aklirik, sehingga siswa tidak kontak langsung dengan lainnya," ujar Maryoto.

Ia juga menjelaskan, selain kesiapan sarana dan prasarana, para guru yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka juga telah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Bahkan sebagian siswa juga mulai mendapatkan suntikan vaksin.

Dalam PTM kali ini para siswa yang masuk sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua masing-masing. Meski demikian, pihaknya tidak memaksa orang tua. Jika dirasa kurang yakin maka orang tua bisa memilih opsi pembelajaran jarak jauh atau daring.