Bjorka, Ungkap Ketua Umum PSSI Dekat Pejudi Online

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 13 Sep 2022 20:53 WIB

Bjorka, Ungkap Ketua Umum PSSI Dekat Pejudi Online

Iwan Bule Akui Tak Larang Rumah Judi Sponsori Klub Liga Indonesia

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Hacker Bjorka bikin heboh tokoh dan politisi Indonesia. Hackernya jadi sorotan masyarakat Indonesia di jagat media sosial, karena membobol data-data privasi sejumlah menteri dan politisi Indonesia.

Terbaru hacker Bjorka menyebarkan data Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Bjorka menyebarkan data itu di kanal Telegram miliknya, mulai dari nomor ponsel hingga Nomor Kartu Keluarga (KK) iwan Bule. Bjorka malahan nekat membuat akun baru untuk menyerang Iwan Bule yang dituding dekat dengan bandar judi online.

Bjorka menanyakan Iwan Bule tentang bagaimana rasanya berteman dekat dengan para bos judi. "Pak @iriawan84. Bagaimana rasanya berteman dekat dengan para bos judi?" kata Bjorka melalui akun Twitter miliknya, pada Selasa, (13/9/ 2022).

 

Ditanya Berteman Dengan Pejudi

"Good Morning sir @iriawan84. How does it feel to be close friends with gambling bosses? (Selamat pagi pak @iriawan84, bagaimana rasanya berteman dekat dengan bos judi?)," tulisnya dari akun Twitter @bjorkanesian.

Entah apa maksud bos judi yang diungkapkan oleh Bjorka. Sontak saja, pertanyaan Bjorka kepada Iwan Bule itu pun banyak dikomentari oleh publik. Bahkan, bukan hanya lewat Twitter, Bjorka juga mengungkap data pribadi milik petinggi PSSI itu lewat kanal Telegram terbarunya.

Dalam unggahan itu, dibuka nomor telepon, NIK, nomor Kartu Keluarga sampai alamat rumah milik Iwan Bule. Semua diungkap ke publik. Melihat akun baru Bjorka, publik pun tampak antusias menyambut kehadirannya. "Wah udah mulai nih..," ungkap warganet.

"Wowo adaa apaa nichhh, ketum PSSI gweehh," tutur yang lain.

"Mengawali pagi yang cerah dengan kembali doxing," timpal warganet.

 

Situs Rumah Judi Online

Kini ada Bandar Judi Online di Kompetisi Sepakblola Indonesia. Salah satu situs Rumah Judi Online asal Filipina SBOTOP terpajang di jersey tim sepakbola masyarakat Kabupaten Bogor. Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan, membantah jika PSSI terlibat dalam kerjasama atas sponsor judi online di Liga 1.

Bahkan, Iwan Bule mengaku tak mengetahui jika ada klub yang di sponsori judi online. Pasalnya, kata dia, setiap klub punya hak otonom masing-masing untuk memilih sponsor.

“PSSI tidak pernah ada kaitan dengan itu, bisa ditanyakan ke klub bersangkutan. Karena saya juga tidak ada intervensi ke klub, meskipun saya ketua federasi,” jelas Iwan dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Kamis (25/8/2022).

 

Lulus Akpol 1984

Jauh sebelum karier di dunia sepak bola, nama Iwan Bule lebih dulu dikenal sebagai seorang anggota Polisi. Iwan Bule adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984 dan empat tahun kemudian menjabat posisi prestisius, yaitu Kapolsek Sanur, Denpasar.

Kariernya semakin menanjak usai lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1993. Tahun 1995, Iwan Bule bertugas di Jakarta dengan menjabat sebagai Kapolsek Metro Sawah Besar. Lalu, tahun 2001, pria yang kini berusia 57 tahun itu meraih jabatan Kapolres Slawi.

Kariernya semakin melonjak saat menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (2012), Kapolda Jawa Barat (2013), Kapolda Metro Jaya (2016) dan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sejak 2018 hingga saat ini.

Pada tahun 2018, dia juga dipercaya untuk memegang jabatan publik, yaitu sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Barat. Terkini, Iwan Bule kembali memegang jabatan publik yaitu Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Dia bahkan jadi orang dari kepolisian pertama yang menduduki jabatan tersebut.

 

Rumah Judi Sponsor Klub

Ketua Umum PSSI Iwan Bule menegaskan bahwa menilik dari regulasi, tidak ada yang melarang rumah judi jadi sponsor klub Liga Indonesia. "Sebenarnya kita ikut regulasi saja. Kalau regulasi memperbolehkan ya tidak apa-apa. Sebelum mengiyakan kita, kan baca regulasi dan tanya-tanya. Memang, tidak ada juga regulasi yang melarang, jadi jalan saja," ucap Direktur Pengembangan Bisnis Tira-Persikabo Rhendie Arindra.

Tidak hanya Tira-Persikabo atau PSIS yang diduga jalin kerjasama dengan rumah judi, klub Borneo FC juga menggandeng kerjasama dengan FUN88Bola.

 

IPW Malah Desak

Saat ini Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kabareskrim Komjen Agus Andrianto serius menindak dan memproses rumah judi yang mensponsori klub sepak bola Indonesia. Termasuk pemasangan situs judi online dan iklan judi di jersey klub.

Karena kata Sugeng, penindakan ini, sesuai dengan tekad kepolisian yang saat ini, sedang memberantas perjudian di Indonesia. Lantaran, Kabareskrim telah mengeluarkan surat telegram bernomor ST/2122/X/RES.1.24./2021. Perintahnya tegas: "kepada seluruh Kapolda untuk memberantas perjudian apapun bentuknya perjudian.”

Surat Telegram Kabareskrim Polri ini kata Sugeng, merupakan tindak lanjut dari

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas dan menangkap perjudian apapun bentuknya.

 

Berbau Judi Harus Ditindak

Dengan adanya perintah tersebut kata dia lagi, semestinya kalau ada kegiatan yang berbau judi, tidak boleh dibiarkan. Harus ditindak tegas dan diproses oleh kepolisian. "Tidak terkecuali, yang terjadi di lingkungan sepakbola Indonesia, dimana beberapa klub telah memasang logo dari rumah judi atau yang berbau judi di kostum klubnya " ujarnya kepada bukamata.co, Selasa, 2 Juli, 2022 melalui keterangan persnya.

Sugeng mengungkapkan hal itu terjadi dimana ada nama situs judi online dengan sengaja memasangnya di adboard lapangan sepakbola.

Hal itu terjadi di Stadion Pakansari Bogor, saat tuan rumah Persikabo Bogor 1973 menjamu Persebaya pada Minggu, 25 Juli 2022 dan saat Dewa United melawan Persikabo Bogor, 31 Juli 2022 lalu.

Pada pertandingan tersebut ungkap Sugeng, Persikabo memakai jersey bertuliskan "SBOTOP". Demikian juga tulisan "SBOTOP" ada di adboard pinggir lapangan.

 

Iklan SBOTOP

SBOTOP, kata Sugeng merupakan situs judi yang mengklaim terpercaya, termurah, dan tercepat. Terpercaya untuk melayani pelanggan saat bertaruh di Sbobets. Termurah karena layanan deposit Sbobets termurah yang hanya dengan Rp 10.000 dapat bermain judi online. Tercepat bagi agen judi online dalam bertransaksi.

Bahkan kata Sugeng, Jersey Persikabo dan adboard di Stadion Pakansari tersebut, secara terang benderang disorot oleh stasiun televisi yang menyiarkan langsung pertandingannya. "Sehingga dengan adanya iklan SBOTOP tersebut, perjudian akan semakin masif dan berkembang di Indonesia " ujar dia.

Sugeng juga mengatakan tidak hanya Persikabo saja yang memakai logo situs judi. PSIS juga memakainya. Klub asal Semarang itu kata dia memakai jersey tulisan "skor88.news" untuk latihan dan bahkan menjadi sponsor resminya.

Kendati situs itu sebagai situs olahraga, namun tampilannya sama dengan situs judi "skor88". Sebab logo dan font huruf yang dipakai dalam skor88 sama persis antara "skor88. news". "Sehingga kepolisian harus menelusuri situs "skor88.news" yang menjadi sponsor PSIS Semarang tersebut " ujarnya.

 

Malah Polda Lampung

Dalam pemberantasan perjudian, terutama judi online ini diungkapkan Sugeng, Polda Lampung telah berhasil menangkap pengelola situs judi online yang menggunakan modus beriklan dengan influencer di Instagram.

Sugeng menerangkan sebanyak 27 pelaku judi online ditangkap, terdiri dari dua orang selebgram dan 25 orang admin marketing situs perjudian Jitu189, Mawar189, dan Vivamaster189. "Oleh sebab itu, IPW meminta kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk bertindak tegas dan tidak diskriminatif, memproses tindak pidana yang melegalkan judi di Indonesia " kata dia.

"Pihak kepolisian berkewajiban meminta pertanggungjawaban dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ahmad Hadian Lukita sebagai penyelenggara kompetisi liga Indonesia dan pemilik klub Persikabo Bogor 1973, dan pemilik klub PSIS Semarang " tegas dia.

Sebab lanjut dia, judi masih dikategorikan sebagai penyakit masyarakat dan dilarang oleh perundang-undangan. Sehingga ujarnya lagi, kalau PSSI mau melegalkan melalui kampanye iklan dan bahkan dipasang di kostum klub, haruslah merevisi aturannya terlebih dulu.

"Oleh karenanya, pihak kepolisian selaku penegak hukum sepatutnya tidak membiarkan pelanggaran hukum dilakukan oleh sekelompok orang dan terjadi di depan mata masyarakat luas. Saatnya, Bareskrim Polri menindak tegas dan menangkap para pelaku bentuk-bentuk perjudian sesuai Polri yang Presisi " tutup Sugeng.

Hingga semalam, pihak PSSI belum memberikan tanggapan atas bocornya data pribadi Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. n erc/jk/cr3/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU