BOR RS Covid-19 di Jawa Timur Kini Dibawah 5 Persen

Tempat tidur isolasi pasien covid-19. SP/IST

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Seiringan dengan kasus harian COVID-19 di Jawa Timur yang terus menunjukkan penurunan, ketersediaan bed occupancy rate (BOR) di Jatim kini di pertengahan September sudah turun drastis. Bahkan awalnya BOR mencapai 100%, kini sudah sekitar 5%.

RS untuk pasien COVID-19 di Jatim pada Juni-awal Agustus 2021 sempat overload. Namun, sekarang hanya ada satu pasien Corona yang dirawat di RS.

"BOR saat ini di bawah 5%, 3% se-Jatim. Pokonya sudah di bawah 5%," Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim, dr Dodo Anando MPh, Selasa (21/9/2021).

Sama hanya di Surabaya, di mana banyak RS yang sudah bernafas lega. Sebab, pasien yang tersisa hanya 1-3 orang saja.

Dodo mencontohkan, di RS Islam (RSI) Jalan Ahmad Yani sendiri tinggal satu pasien COVID-19. Artinya, BOR ICU hanya 1% dan sudah menurun signifikan.

"Di RSI A Yani tinggal 1 pasien, itu juga bukan warga Surabaya. Surabaya sendiri banyak yang kosong sudah. Tinggal 1-2. Ya tinggal 5%. Ada yang di tempat saya (RSI A Yani) ini 1% saja, tempat tidurnya 101, penghuni 1," jelas Dodo yang juga sebagai Dirut RSI A Yani.

Mewakili Persi Jatim, Dodo juga berterima kasih kepada masyarakat sehingga RS saat ini sudah bernafas lega, baik dokter, perawat, petugas, dan lainnya.

"Kita sekarang memikirkan yang non COVID-19. Sebagian RS ada yang mengkonversi dari TT yang disediakan untuk COVID-19 sudah dikurangi, kurang lebih 50% lah. Seperti di RSI A Yani saya sisakan 45 TT, yang 56 kita pakai untuk non COVID-19," urainya.

Sama halnya di RS Husada Utama (RSHU) Surabaya. Pasien COVID-19 yang dirawat saat ini hanya 3 orang saja.

"Pasien COVID-19 di RSHU sudah habis. Tinggal 3 pasien saja sekarang. Turunnya sudah sangat signifikan, sudah pantas lah Level 1 (PPKM)," pungkas Dirut RSHU dr Didi Dewanto SpOG. de/na