Brasil Capai 1 Juta Kasus Covid-19

Sejumlah lokasi pemakaman baru dibuka setelah ada lonjakan kasus kematian akibat corona.SP/REP

SURABAYA PAGI.COM, Brasilia -  Pemerintah Brasil melaporkan rekor tambahan kasus COVID-19 harian tertinggi dengan lebih dari 54 ribu kasus baru dalam sehari. Kini total kasus COVID-19  di Brasil telah melampaui angka sebanyak 1 juta kasus, dimana masih tercatat sebagai tertinggi ke-2 di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (20/6/2020), Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 54.771 kasus baru dalam 24 jam terakhir, yang tercatat sebagai tambahan kasus harian tertinggi di negara ini. Lonjakan kasus ini dilaporkan pada Jumat (19/6) waktu setempat.

Tingginya kasus ini disebabkan oleh 'ketidakstabilan' dalam sistem pelaporan dalam sepekan terakhir, dimana ada beberapa wilayah yang melaporkan data dari beberapa hari dalam satu waktu.

Dengan lonjakan itu, total kasus Corona di Brasil kini mencapai 1.032.913 kasus. Angka ini tercatat sebagai total kasus Corona terbanyak kedua di dunia, setelah AS dengan lebih dari 2,2 juta kasus.

Dalam pengumumannya, Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan 1.206 kematian dalam sehari. Dengan demikian, total kematian akibat virus Corona di Brasil kini mencapai 48.954 orang.

Brasil melaporkan kasus Corona pertama mereka pada 26 Februari lalu, yang berasal dari sekelomok turis kaya yang datang dari Eropa. Pandemi Corona semakin menyebar luas di negara itu, dengan kota-kota seperti Sao Paulo dan Rio de Janeiro menjadi wilayah yang terdampak parah. Kini, menurut data Kementerian Kesehatan, virus Corona telah menyebar hingga ke 82 persen wilayah Brasil.

Para pakar setempat menyebut Brasil mungkin mengalami under-testing, atau yang berarti angka sebenarnya di lapangan jauh lebih tinggi dari data resmi. Situasi ini terjadi karena kurang meluasnya tes Corona yang dilakukan pemerintah Brasil.

"Angka 1 juta itu jauh lebih sedikit daripada jumlah orang-orang sebenarnya telah terinfeksi, karena ada under-reporting sebanyak 5-10 kali lipat dari itu. Angka sebenarnya mungkin setidaknya 3 juta dan mungkin bisa mencapai 10 juta orang," sebut profesor medis dari Sao Paulo State University, Alexandre Naime Barbosa.

Presiden Jair Bolsonaro menuai kritikan tajam atas caranya menangani pandemi Corona. Selain meremehkan virus Corona dengan menyebutnya sebagai 'flu kecil, Bolsonaro juga menolak social distancing, penutupan bisnis dan perintah tetap di rumah yang diberlakukan otoritas negara bagian.

Bolsonaro juga menyebut social distancing membunuh lapangan pekerjaan dan lebih berbahaya dari virus Corona itu sendiri. Menurut Bolsonaro, langkah pembatasan tidak diperlukan karena melukai perekonomian negara tersebut.Ana08