Buka Pelatihan GTA, Bupati Mojokerto Tekankan Peserta Ikuti Secara Serius

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto -  Sedikitnya 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mojokerto, selama lima hari mulai Senin (5/9/2022) mengikuti pelatihan Government Transformation Academy (GTA) yang berlangsung secara offline, yang bertempat di SMPN 1 Sooko, SMPN 2 Sooko, dan SMPN 1 Jetis.

Kegiatan kerjasama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Kominfo (Menkominfo) ini, mengusung lima tema pelatihan, yaitu Sistem Manajemen Keamanan Informasi, Social Media Analyst (SMA), Digital Public Relation (DPR), Analis Kota Cerdas (AKC), dan Junior Office Operator (JOO).

Supaya maksimal, pelatihan dibagi kedalam tujuh kelas, masing-masing di SMPN 1 Sooko sebanyak tiga kelas, SMPN 2 Sooko dua kelas, SMPN 1 Jetis dua Kelas.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berharap, para ASN yang mengikuti kelas GTA, dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Mojokerto. Menurut Ikfina, kegiatan ini adalah kesempatan bagi 200 ASN Kabupaten Mojokerto yang terlibat, lantaran program dari Kementerian Kominfo ini sangat terbatas, hanya 5.000 peserta ASN se-Indonesia.

"Jadi ini harus kita terima sebagai suatu peluang dan kesempatan yang langka, karena tidak semuanya mendapatkan kesempatan ini," jelas Bupati Ikfina, saat membuka secara virtual Pelatihan GTA, di ruang Command Center, Pemkab Mojokerto, Senin (5/9) pagi. Pembukaan ini sekaligus ditandai dengan penyerahan cinderamata oleh Balitbang SDM kepada Bupati Mojokerto.

Bupati Ikfina meminta, kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat melibatkan dirinya secara holistik seratus persen selama lima hari kedepan.

"Saya yakin pelatihan ini sudah dikoordinasikan dengan perangkat daerah masing-masing, supaya semua peserta kegiatan pada hari ini sampai lima hari kedepan betul-betul difokuskan, tidak dibebani dengan tugas-tugas rutin, sehingga peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan serius," harapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga meminta kepada penanggung jawab Pelatihan GTA, yakni Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto untuk memonitor secara rinci terkait keberlangsungan pelatihan GTA ini.

"Saya minta berada ditempat dan juga terlibat secara aktif, agar para peserta ini bisa fokus meningkatkan SDM dan kedepan bisa menjalankan tugasnya masing-masing di era digitalisasi ini," tegasnya.

Ikfina juga mengatakan, saat ini pemerintah dituntut untuk melakukan efisiensi belanja negara karena dirasakan adanya pemborosan anggaran dalam membiayai ASN, sehingga pemerintah harus selektif dalam mempertahankan dan memberikan porsi, baik kenaikan pangkat maupun jabatan kepada ASN yang berada lingkungan Pemkab Mojokerto.

"Karena negara ini tidak cukup punya banyak uang untuk memberikan hak-hak para ASN, maka hanya ASN yang berkualitas dan berkapasitas dan sesuai standar saja yang akan kita pertahankan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, kegiatan pelatihan GTA ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Kominfo tanggal 16 Agustus lalu.

"Kerjasama tersebut berlanjut sampai hari ini tanggal 5 sampai 9 September dengan pelatihan GTA yang dilaksanakan secara offline selama lima hari dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore," tutupnya.

Usai melakukan pembukaan Pelatihan GTA, Bupati Ikfina didampingi Kepala Diskominfo beserta Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto, meninjau langsung peserta pelatihan GTA yang berada di SMPN 1 Sooko.

Diketahui, turut hadir dalam kesempatan kali ini, Kepala Balitbang SDM Pusdiklat Menkominfo, yang diwakili BPSDMP Surabaya, Dyah Prasetyaningsih, PLT Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi. Dwi