Bunuh Adik dengan Cangkul, Mengamuk saat Ditangkap

Polisi dibantu anggota TNI mengamankan pelaku.

 

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Diduga terlibat cekcok, seorang pemuda di Pasuruan menganiaya adiknya dengan menggunakan cangkul hingga tewas.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Dusun Balai Panjang, Desa Pandean, Kecamatan Rembang Pasuruan, Senin (25/1) pukul 10.00 WIB.

"Kejadian pembunuhannya sekitar pukul 10.00 Wib. Saat itu korban tengah tidur di kamar bersama ibunya," jelas Kapolsek Rembang, Polres Pasuruan, AKP Sariyanto.

Pelaku yang bernama Mustofa alias Tofa itu kabur usai Safir, adiknya tak bernyawa bersimbah darah.

Warga yang mengetahui peristiwa itu kemudian melapor ke Mapolsek Rembang dan sebagian langsung mengejar pelaku. Pencarian yang dilakukan ke setiap sudut kampung. Namun keberadaan pelaku tidak kunjung diketahui.

Setelah satu jam mencari, pelaku akhirnya ditemukan tak jauh dari Pos Lalu Lintas Pier Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Penangkapan Mustofa membuat heboh warga dan pengendara yang melintas di Jalan Raya Bangil-Pasuruan. Pelaku mengamuk dan mencoba melawan hingga dilakukan upaya keras untuk membekuknya.

"Yang nangkap pelaku pertama kali tadi anggota Lalu Lintas Pos Pier. Sempat berkelahi. Kemudian dibantu anggota dari Polsek Rembang, karena kebetulan tadi pas operasi yustisi," ungkapnya.

Setelah diborgol oleh polisi, pelaku dievakuasi ke RSUD Bangil untuk proses pengobatan luka pada tubuhnya.

"Saat coba diamankan anggota lalu lintas tadi pelaku sudah bercucuran darah, entah itu luka dari mana. Masih diselidiki," terangnya.

Sariyanto menambahkan, setelah pelaku diamankan muncul informasi jika pelaku punya penyakit kejiwaan dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ).

"Barusan saya dapat kabar dari pak lurah jika pelaku ini pernah dirawat di RSJ. Tapi kita tunggu hasil penyelidikan Satreskrim Polres Pasuruan dulu," tambahnya.

Terkait motif pelaku menganiaya sang adik hingga tewas masih belum diketahui. Sariyanto menambahkan, penanganan kasus ini sudah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Pasuruan.