Bupati Gus Yani Beri Sinyal Pasar Sidayu Tidak Direlokasi

Pasar Pahing Sidayu pasca terbakar. SP/Grs

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Pembangunan kembali Pasar Pahing Sidayu yang terbakar beberapa bulan lalu hingga kini belum ada kejelasan. Namun pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik masih berupaya melakukan penggalangan tanda tangan kepada korban kebakaran untuk bersedia pindah dari pasar Sidayu yang legendaris tersebut.

Penggalangan tanda tangan yang dilakukan pihak Diskoperindag sepertinya tidak mengindahkan keinginan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang telah memberikan sinyal bahwa pasar Pahing Sidayu tidak akan direlokasi ke tempat baru.

Pernyataan Bupati Gresik tersebut sudah sesuai dengan kehendak warga saat disampaikan pada kegiatan Safari Ramadhan Bupati Gresik di Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu pada 29 April 2022.

Saat itu, Gus Yani, panggilan akrab bupati bertanya kepada jamaah apakah Pasar Sidayu minta dipindah atau tetap pada lokasi semula, warga menjawab serempak tidak mau pindah.

"Kinten-kinten dipindah nopo tetep pak, tetep mawon njih," kata Gus Yani saat itu. 

"Niki dapet sangu mantuk Bu Wabup, masyarakat Sidayu pasare tetep ten mriku njih," ujar Gus Yani.

Pernyataan bupati Gresik ini ternyata tidak direspon baik oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi pasar.

Diskoperindag Gresik melalui UPT Pasar Sidayu malah menggencarkan permintaan dukungan untuk perpindahan pasar dengan meminta korban kebakaran pasar Sidayu membuat surat pernyataan bermaterai bahwa bersedia dipindah.

Kepala UPT Pasar Sidayu Diskoperindag Gresik Mu'anan membenarkan adanya surat pernyataan bermaterai tersebut. Dan permohonan surat dari pedagang merupakan permintaan dari Kepala Diskoperindag Gresik dan Sekretaris Daerah (sekda) Gresik.

"Kami memang disuruh untuk mengumpulkan tanda tangan dari pedagang atas arahan Bu Kadis dan Pak Sekda," ujar Mu'anan.

Sayangnya cara yang dilakukan oleh UPT Pasar dengan cara penekanan kepada pemilik stan yang terbakar, sehingga pemilik stan ketakutan dan terpaksa tanda tangan. Hal ini seperti disampaikan Koordinator pedagang pasar Pahing Sidayu kepada awak media, Sabtu, (21/5/2022).

"Saya menemukan bukti bahwa untuk penggalangan surat pernyataan kesediaan dari korban kebakaran Pasar Pahing Sidayu itu dengan ditekan. Mereka ditakut-takuti kalau tidak mau tanda tangan maka pihak pasar tidak bertanggung jawab kalau nanti pedagang tidak mendapatkan jatah stan baru," terang Siswanto, seorang awak media lokal yang intens mengikuti perkembangan pasca kebakaran Pasar Pahing Sidayu.

Pengakuan Siswanto, awalnya untuk mendapatkan tanda tangan pedagang, petugas pasar mendatangi dengan membawa blangko surat pernyataan kesediaan, namun banyak yang menolak, akhirnya petugas pasar merubah strategi, "Setelah banyak penolakan, akhirnya pedagang dipanggil satu-persatu ke kantor pasar agar mau tanda tangan, saat minta pedagang tandatangan pun mereka mengatasnamakan disuruh bupati," ungkap Siswanto.

Siswanto juga mengatakan kalau pihak pemkab melalui Diskoperindag Gresik hingga saat ini belum pernah mengajak dialog secara terbuka para korban kebakaran Pasar Sidayu.

"Ini memang aneh, belum pernah ngomong, kok langsung minta tanda tangan untuk bersedia pindah dan bangun pasar baru. Kita tidak pernah tahu bagaimana kajiannya, lha kok pindah saja," kata Siswanto yang setiap pahing jualan Jilbab di pasar.

Awak media juga mencoba mengonfirmasikan kepindahan pasar Sidayu ini kepada Kepala Bappeda Gresik Misbakhul Munir namun hingga berita ini ditulis pihaknya tidak menjawab WhatsApp yang dikirim, walau di notifikasi tertanda dibaca.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskoperindag Gresik Malahatul Fardah mengatakan, kalau pihaknya belum melaporkan progres pasar Pahing Sidayu ke bupati. "Tim masih belum melaporkan ke Gus Bupati, baru masih rapat yang dipimpin Pak Sekda," terang Fardah tanpa memberi keterangan lanjutan.

Pada kesempatan lain Fardah mengatakan bahwa revitalisasi Pasar Sidayu akan menggunakan beberapa sumber anggaran. Baik dari APBN melalui kementerian maupun APBD. Tapi estimasi biaya, pihaknya belum bisa menjabarkan.

“Kami masih proses perencanaan. Dimana pasar tersebut akan dibangun dengan konsep pasar sehat, di antaranya adanya sanitasi layak, koperasi, ruang pertemuan, hingga musala,” tuturnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan menyebutkan bahwa pembangunan Pasar Sidayu ditempat yang baru, pihak Diskoperindag Gresik telah menggandeng konsultan berinisial PNR untuk perencanaan pembangunannya.