Bupati Jember Lepas Bantuan Sembako dari MUI

Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wakil Bupati Muhammad Firjaun Barlaman dan pengurus MUI Jember melepas dua mobil boks pengangkut paket sembako.

SURABAYAPAGI, Jember-Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wakil Bupati Muhammad Firjaun Barlaman dan pengurus MUI Jember melepas dua mobil boks pengangkut paket sembako.

Perekonomian bisa tumbuh dengan konsep terima kasih. Karena itu, para pengusaha didorong untuk menerapkannya di tengah-tengah perekonomian masyarakat yang sedang lesu akibat Covid-19.

“Bahasa terima kasih itu harus diimplementasikan kepada semua kehidupan, kepada semua orang,” ujar Hendy saat pelepasan bantuan sembako oleh MUI Jember, Sabtu, 8 Mei 2021.

“Terima, kasih. Kalau terima saja, tidak bisa. Ilmu profesor pun mati kalau tidak menghayati arti terima kasih. Mau dibuat apa ilmunya, mau dipakai apa. Ilmu itu harus diamalkan,” ujar Hendy di Toko Rindang Khatulistiwa di Jalan Kalimantan, Sumbersari, tempat pelepasan pengiriman sembako.

Di perdagangan, lanjut bupati, kalau hasilnya disimpan saja, maka perekonomian tidak bisa bergerak. Dampaknya, tidak ada pembeli. Bagi pengusaha, konsep terima kasih itu berarti wajib memberikan bantuan. Tidak harus diminta lebih dulu agar membantu.

“Kalau dapat untung, kasihkan lagi. Supaya lebih untung. Terkait dengan pembagian sembako oleh MUI Jember, Hendy menyatakan dukungannya. Bahkan mendorong pembagian sembako itu tidak hanya pada momen bulan Ramadhan. Penyaluran bantuan sembako itu dilakukan tiga bulan sekali. "Besar dan kecil bantuan tidak menjadi ukuran. “Yang penting rutin,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jember Abdul Haris menjelaskan, paket sembako yang disalurkan sebanyak 200 paket disalurkan menggunakan dua mobil di dua lokasi berbeda.

“Kami belum rapat kerja, tapi karena dampak Covid-19 yang luar biasa, pengurus di Komisi Pemberdayaan Umat yang menjadi pengusaha peduli. Insya Allah ke depan akan lebih diintensifkan,” terangnya.dik