Bupati Kediri Tinjau Proyek Bandara Kediri

Bupati Kediri Haninditho Himawan Pramana saat meninjau lokasi proyek Bandara Kediri

Bupati Kediri Tinjau Progres Proyek Bandara

 

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung pembangunan Bandar Udara Kediri. Pengecekan terhadap Pembangunan Strategis Nasional (PSN) tersebut dilakukan untuk melihat progres pembangunan bandara. 

 

Selain melihat proses pembangunan, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu juga melihat dua buah sungai yang kebetulan melintasi kawasan bandara. Tanpa mengurangi fungsi sungai, sebagai sarana pengairan, pihak Gudang Garam membuatkan sebuah jalur alternatif untuk jalan lintasan Sungai Kolokoso dan Sungai Hadisingah.

Mas Bup, panggilan akrab Bupati Kediri didampingi oleh Direksi PT Surya Dhoho Investama (SDI) selaku perusahaan pelaksana pembangunan. Mas Bup menegaskan, apabila progres pembangunan sesuai dengan target. Bahkan, pada awal 2023 mendatang, Bandara Kediri diproyeksikan mulai beroperasi.

“Saya komunikasi dengan Gudang Garam selaku pihak yang bangunkan bandara. Bahwa ada beberapa lahan yang kurang masih 0,4 persen dari total keseluruhan bandara. Gudang Garam sudah mengkomunikasikan dengan baik dengan pihak yang terkena pembebasan dan progesnya cukup baik. Target Gudang Garam, tahun 2023 sudah mulai komersial fly,” kata Mas Bup, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana di lokasi, Sabtu (24/4/2021) sore.

Bandara Kediri menjadi tempat penerbangan pertama di Indonesia yang dibangun 100 persen dana investasi pihak swasta yakni, PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk Kediri dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare. 

Groundbeaking atau tanda dimulainya proyek Bandara Kediri dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, pada 15 April 2020 lalu. Agenda peletakan batu pertama itu terpaksa digelar secara daring karena pandemi Covid-19. Adv/kominfo