Buron 4 Bulan, Ayah yang Hamili Anak Kandung Tertangkap

Hendy Irawan saat menjalani pemeriksaan.

 

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Pelarian Hendy Irawan (36) harus berhenti setelah dirinya diamankan polisi. Warga Desa Karangdoro Banyuwangi itu diamankan polisi setelah buron selama 4 bulan usai menghamili anak kandungnya sendiri.

Pelaku diamankan polisi saat berada di Jogjakarta, Rabu (14/4).

"Pelaku kita tangkap di Jogja, setelah jadi buron kurang lebih empat bulan," kata Kapolsek Tegalsari Iptu Lipur, Kamis (15/4/2021).

Tersangka diketahui menghamili anak kandungnya yang masih berusia 13 tahun. Kasus ini kemudian dilaporkan oleh kakek korban pada 27 Januari 2021 lalu, setelah curiga dengan perubahan fisik yang dialami oleh cucunya.

"Korban ini disetubuhi pertama kali pada Agustus 2020 di rumahnya," jelas Lipur.

Ditambahkan, hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui persetubuhan tersebut. Pelaku mengaku melakukan aksi bejatnya sejak Agustus 2020. Aksi bejat itu terus berlanjut hingga Januari 2021. Pelaku menyetubuhi korban sebanyak 10 kali.

“Pengakuan pelaku ini terjadi karena mabuk miras. Pelaku kemudian menggagahi korban sejak Agustus dan berulang-ulang hingga Januari,” tandasnya.

Selain karena miras, pelaku tega menggauli korban karena telah lama bercerai dengan sang istri yang kini bekerja di Hongkong sejak 2018 lalu.

"Korban ini melayani karena takut saja. Sedangkan ibu korban bekerja di Hong Kong sejak bercerai," ujarnya.

Baru pada bulan Januari lalu, sang kakek curiga dengan perubahan tubuh korban. Setelah didesak, korban akhirnya mengakui siapa ayah bayi yang dikandungnya. Kakek korban kemudian melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76D junto pasal 81 ke 1, 2, dan 3 UU RI nomor 7 tahun 2016 penetapan atas peraturan pemerintah Nomor 1 /2016 pengganti UU nomor 23 /2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman 15 tahun, dan bagi pelaku ayah kandung dapat ditambah 1/3 dari hukuman tersebut," pungkasnya.