Bus Kota Indrapura Seruduk 6 Motor di DTC Wonokromo

Bus kota yang menabrak beberapa kendaraan dalam kecelakaan di Wonokromo, Surabaya, Rabu (14/9/2022).

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rabu (14/9/2022) pagi kemarin, suasana di depan Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo, mendadak heboh dan geger. Pasalnya, Bus Indrapura jurusan Jembatan Merah Plaza (JMP)- Terminal Purabaya menabrak 6 motor roda dua dan 1 kendaraan roda empat. Kejadian ini membuat macet di sepanjang Jalan Raya Wonokromo. Sedangkan, hingga Rabu malam tadi, korban kecelakaan hanya luka-luka. Tidak ada yang meninggal dunia.

Bus Indrapura bernopol L 7050 UF ini menabrak 6 motor dan 1 mobil di depan DTC Wonokromo, gara-garanya rem blong.  "Yang nabrak, bus jurusan Bungurasih. Tadi langsung ada petugas polisi yang jaga di lokasi langsung ikut membantu wanita hamil terjepit mobil, tapi sudah ditolong dan di bawa ke rumah sakit," kata salah satu saksi penjaga parkir, Solikin.

Sementara polisi mengaku peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/9/2022) itu menyebabkan satu pemotor seorang wanita hamil dan driver online dibawa ke rumah sakit.

"Ada 6 motor dan 1 mobil. Yang dilarikan ke rumah sakit ibu hamil usia 6 bulan dan driver online," kata Anggota Unit Laka Satlantas Polretabes Surabaya Aipda Suwandi saat dikonfirmasi.

Sedangkan 3 unit ambulans tiba di lokasi memberi bantuan. Polisi juga mengatur lalu lintas serta meminggirkan kendaraan yang menjadi korban rem blong. "Semua korban yang terdampak bus rem blong diperiksa di lokasi," tambahnya.

Sedangkan mobil yang sempat diseruduk bus langsung melanjutkan perjalanan.

Informasi yang dihimpun menyebut, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Pengemudi bus mini diketahui bernama Dony Aldhyno (35), asal Jalan Mertojoyo Selatan Blok A No. 3, Lowokwaru, Malang. Sementara wanita pengendara motor (pemotor) yang sedang hamil bernama Ida Subaida, asal Mlaka, Sampang, Madura.

Sedangkan untuk pemotor lainnya, diketahui bernama Edwin Widjaja (39), warga Dukuh Kupang Barat, Surabaya, Suprianto (40) warga Randu Agung, Sidotopo Wetan, Surabaya, dan Sukma Dyah Lutfia (33), warga Gresikan, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. "Iya betul. Kejadiannya tadi pagi. Yang terlibat kecelakan bus mini dan sejumlah motor. Di TL bawah jembatan layang Mayangkara," sebut Kanit Lantas Polsek Wonokromo, Ipda Imam Mustofa

Menurut Imam, akibat kecelakaan tersebut, sopir bus dan para pemotor yang ditabrak mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ada yang di bagian kaki dan tangan. Juga ada yang terluka di bagian punggung hingga wajah.

"Tadi langsung ditangani rekan-rekan medis. Ada juga yang dirujuk ke RSI. Namun untuk penyebab, lebih jelasnya bisa konfirmasi ke Unit Laka Lantas ya. Karena ditangani di sana. Tapi informasi yang kami terima, kecelakaannya terjadi setelah bus itu mengalami rem blong," jelasnya.

Sementara, Tunjung Iswandaru Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengatakan, setelah dicek di database, bus nopol L 7050 UF milik PO Indrapura yang terlibat kecelakaan itu, uji KIR-nya mati sejak bulan April 2022.

“Harusnya diujikan sebelum April 2022, mungkin sama pemiliknya tidak diperpanjang atau tidak dioperasionalkan,” ujar Tunjung.

Ia pun menilai, uji KIR Bus Indrapura yang telah mati namun lolos layak jalan, karena lemahnya pengawasan di terminal awal yakni di Terminal Purabaya. “Kendaraan angkutan umum yang berangkat di terminal Angkutan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) diperiksa kelengkapan laik jalannya yang dibuktikan dengan bukti uji lolos yang sah. Nah kadang mereka (angkutan umum) ini tidak masuk terminal, bablas di luar,” ujarnya. ham/rmc