Gelar Giat PPKM Darurat

Camat Wonocolo Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Camat Wonocolo Dr. Denny Christupel ditemani Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih saat melakukan sosialisasi dan penindakan pelanggar PPKM Darurat. SP/Anggadia Muhammad

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Guna menertibkan pelanggar prokes, Camat Wonocolo Dr. Denny Christupel Tupamahu Bersama dengan Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih memimpin langsung giat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di kecamatan Wonocolo Surabaya, Senin (5/7/2021). 

Pantauan Surabaya Pagi saat mengikuti giat malam tersebut, Denny dengan tegas menindak siapapun yang melanggar prokes. 

"Kamu tau berapa sudah yang meninggal karena covid ? Kok bisa jalan - jalan tanpa masker ?", ujar Denny kepada salah satu pelanggar prokes. 

Tampak Kompol Masdawati juga tak segan untuk memberikan tindakan tegas kepada pelanggar prokes. 

"Yang kena covid sudah banyak, yang meninggal juga banyak, apakah kalian ndak sayang keluarga kok keluar gak pake masker ?" ujar Kompol Masdawati. 

Dalam giat ini, Denny memiliki strategi berbeda. Jika ditempat lain biasanya hanya ada satu tim yang berkeliling, di wilayah Kecamatan Wonocolo menurunkan lima tim sekaligus. 

"Kita turunkan 5 tim sekaligus, dua tim untuk sosialisasi, dua tim penindakan dan satu tim penyemprotan," ujar Denny. 

Dalam giat ini, Denny yang ditemani oleh Kapolsek beserta Danramil masih menemukan beberapa orang yang tidak memakai masker. Sehingga para pelanggar prokes tersebut harus dibawa untuk dilakukan pembinaan di liponsos dan mengikuti tour of duty di makam TPU Keputih. 

"Malam ini kita dapat beberapa orang yang ga pake masker. Sanksinya pembinaan di liponsos dan tour of duty, biar mereka memahami bahwa covid ini nyata dan melihat sendiri ketika terkena covid bagaimana," ujar Pria yang pernah mendapatkan prestasi sebagai Camat Teladan tahun 2018.

Keseriusan tiga pilar di kecamatan Wonocolo untuk menekan angka penyebaran Covid 19 di wilayahnya patut diapresiasi. Hukuman tegas dilakukan tanpa memandang batas umur. Pantauan Surabaya Pagi terdapat beberapa remaja dibawah usia 18 tahun yang juga diangkut oleh petugas. 

Dalam penjelasannya, Denny mengaku bahwa di hari ketiga ini kesadaran masyarakat kian membaik. Ia pun berterima kasih kepada pihak petugas yang tidak pernah lelah bekerja untuk masyarakat. 

"Ini sudah hari ketujuh saya dan bu Kapolsek beserta Danramil turun langsung mengawasi giat, saya juga berterimakasih karena masyarakat kian sadar dengan prokes. Kalo tidak sadar kan dampaknya kemana mana. Kami hadir ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tutup Denny. ang