Capaian Vaksinasi Covid-19 di Jatim Sudah 22,5 Juta Dosis

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 01 Okt 2021 11:39 WIB

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Jatim Sudah 22,5 Juta Dosis

i

Jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 22.506.593 dosis.SP/IST

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berhasil mencapai angka vaksinasi cukup siginifikan. Keberhasilan ini karena jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 22.506.593 dosis.

Vaksinasi dosis pertama di Jatim mencapai 47,503% atau sebanyak 14.967.103 masyarakat Jatim telah divaksin dosis pertama. Sementara untuk masyarakat yang telah mendapat vaksinasi dosis kedua sebanyak 23,69 % atau 7.539.490 warga.

Baca Juga: 217 Pos Kesehatan Tersebar di 35 Kabupaten/Kota Jatim Selama Musim Mudik Lebaran

Data Satgas Covid-19 Jatim per 30 September 2021 menyebut, Kota Mojokerto menjadi wilayah dengan cakupan vaksinasi tertinggi. Vaksinasi dosis pertama di Mojokerto telah mencapai 126,98%. Sedangkan dosis kedua mencapai 81,20% dan dosis ketiga ada 67,71%. 

2c4283a63c5d94848e4922c4283a63c5d94848e492

Wilayah yang menduduki peringkat dua berdasarkan capaian vaksinasi yakni Kota Surabaya. Capaian vaksinasi dosis pertama di Surabaya sebanyak 106,96%. Sedangkan dosis kedua 70,82% dan dosis ketiga 89,12%.

Baca Juga: Khofifah dan Pj Wali Kota Ali Kuncoro Serahkan Santunan 500 Anak Yatim se-Kota Mojokerto

 Untuk daerah yang capaian vaksinasinya terendah yakni di Kabupaten Sumenep. Vaksinasi dosis pertamanya baru mencapai 17,18%, vaksinasi dosis kedua 7,17% dan vaksinasi dosis ketiga 62,31%.

Anggota Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya capaian vaksinasi. Antara lain literasi masyarakat sekitar terhadap Covid-19 dan vaksinasi masih rendah. 

Baca Juga: Ungguli Surabaya, Kota Mojokerto Sabet Juara II Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Jatim

Menurutnya, pemerintah sudah menyediakan gerai vaksinasi. Tapi masih terbilang minim peminat. 

Ia berharap ada koordinasi antarlini untuk menggelar vaksinasi massal, atau mempermudah jangkauan kepada masyarakat agar bisa menerima vaksin ini sangat diperlukan. Sb2/na

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU