Cari Keadilan, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan Seksual SPI Diteror

Konferensi Pers di LBH Surabaya terkait teror yang dihadapi Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah Selamat Pagi. SP/ Ang

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keluarga korban dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) mendapatkan ancaman melalui sosial media. Hal ini diutarakan oleh Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat melakukan konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Surabaya, Jumat (26/6/2021).

Menurut Arist ancaman tersebut, cukup  mengkhawatirkan bagi kehidupan korban beserta keluarga masing-masing.

"Sejak dua sampai tiga hari ini, media sosial muncul ancaman bagi para keluarga korban. Ada DM (direct massage)," kata Arist, Jumat (25/6/2021).

Arist tak mengetahui siapa pengirim pesan tersebut. Namun, ia menduga hal itu dilakukan oleh segelintir kelompok yang menentang pelaporan kasus dugaan pelecehan ini.

"Saya tidak tahu mereka yg mengancam itu siapa, tapi pasti ada kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan pelaporan itu," ujarnya.

Atas adanya hal tersebut, Arist mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada LBH Kota Surabaya. Kemudian, pihaknya sudah menjaminkan keselamatan keluarga dan korban, kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).  LPSK pun terhitung mulai hari ini sudah mulai melakukan perlindungan kepada yang bersangkutan.

Kondisi korban sendiri kata Arist, saat ini memang mengalami ketakutan. Pihaknya akan segera mengambil tindakan pengamanan kepada saksi pelapor.

"Kita akan melakukan tindakan untuk melaporkan itu (ancaman melalui sosial media) secara langsung agar kongkrit," jelasnya. Ang