Cegah Perilaku Korupsi Sejak Dini, Kejari Edukasi Anti Korupsi Pelajar SMPN 2 Kota Mojokerto

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 07 Des 2023 13:33 WIB

Cegah Perilaku Korupsi Sejak Dini, Kejari Edukasi Anti Korupsi Pelajar SMPN 2 Kota Mojokerto

i

Kajari Kota Mojokerto Bobby Ruswin, SH.MH saat memberi paparan tema anti korupsi kepada pelajar SMPN 2 Kota Mojokerto. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto menggelar sosialisasi  tentang pencegahan korupsi sejak dini kepada pelajar SMPN 2 Kota Mojokerto, Kamis (07/12/2023) pagi.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada Generasi Z (Gen Z) supaya hidup bebas dari korupsi. Pada kesempatan itu, Kajari Kota Mojokerto, Bobby Ruswin, SH.MH menyaksikan pembacaan puisi, yel-yel bertemakan hari anti korupsi serta hiburan sendratari dan seni gamelan yang diperagakan siswa siswi SMPN 2 Kota Mojokerto.

Baca Juga: Car Free Day Benpas Kembali Dibuka, Berikut Pembatasan dan Aturannya

"Begitu menginjakkan kaki, terus terang saya sangat bangga sekali, sekolahnya bagus dan banyak tulisan-tulisan berisi motivasi dari tokoh-tokoh penting nasional, seperti RA. Kartini, Ir Soekarno, BJ Habibi serta masih banyak lagi," ujarnya.

Tak hanya itu, mantan Kajari Sarolangun, Provinsi Jambi ini juga terkesan dengan deklamasi puisi yang dibacakan oleh salah satu siswi kelas VII SMPN 2. 

"Saya sangat terharu, penghayatannya luar biasa bagus dan isinya juga sangat menyentuh hati," ungkapnya.

Bobby menyebut, sosialisasi masuk sekolah ini merupakan wujud Kejaksaan dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini kepada masyarakat khususnya kepada para pelajar, dengan memberikan pemahaman tentang kejahatan korupsi. 

Baca Juga: Sukses Kendalikan Inflasi, Pj Wali Kota Ali Kuncoro Kebut Peresmian Pracangan TPID

"Nanti Pak Kasi Intel dan Pak Kasi Pidsus akan menyampaikan garis besar tentang apa itu korupsi, bagaimana penanganan dan pencegahannya," tukasnya.

Sementara itu, saat ini Kejari Kota Mojokerto sedang menangani sejumlah kasus tindak pidana korupsi, beberapa diantaranya sudah ada penetapan tersangka.

"Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi di PT BPRS Kota Mojokerto," pungkasnya.

Baca Juga: Tanam Tabebuya di Area Kolam Retensi, Pj Wali Kota: Sedekah Oksigen di Hari Sejuta Pohon

Sementara itu, Mulib, Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Mojokerto menilai, pendidikan anti korupsi sangat perlu dilakukan sejak dini.

"Sosialisasi ini dapat membangun dan menanamkan karakter jujur, peduli, mandiri, disiplin dan bertanggung jawab kepada pelajar.

Sehingga saat dewasa nanti, mereka akan memiliki integritas karena telah ditanamkan mental antikorupsi sejak dini," tegasnya. Dwi

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU