Covid-19 di Bangkalan Naik, Jembatan Suramadu Akan Disekat Sampai Aman

Petugas sedang melakukan SWAB terhadap salah satu pengemudi.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Akibat jumlah kasus covid 19 di Madura meningkat, pasukan gabungan melakukan penyekatan di jembatan Suramadu hingga waktu yang belum ditentukan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan belum bisa memastikan penyekatan ini akan dilakukan sampai kapan. Surabaya bersama Bangkalan dan Gubernur Jatim menunggu hasil evaluasi terlebih dahulu.

"Nanti kita akan lihat sampai kapan lah. Kalau sana (Bangkalan) menurun kita akan lakukan. Kita menunggu evaluasi. Insyaallah Gubernur Jatim, saya wali kota, Bupati Bangkalan, insyaallah sama," jelasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mengatakan, Suramadu akan dijaga tiga shift. Suramadu akan disekat dan dijaga untuk memantau pengendara baik dari arah Madura ke Surabaya, maupun sebaliknya.

"Kita dapat arahan dari Pak Pangdam dan Pak Kapolda, kita akan ada tiga shif di sini," kata Eri di pintu Keluar Suramadu arah Surabaya, Minggu (6/6/2021).

Dalam penyekatan ini, AKBP Ganis Setyaningrum selaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menyampaikan bahwa hingga saat ini di titik penyekatan di temukan 52 orang yang positif.

"Semalam ada 2 orang, trus siang ini kami mendapatkan 50 orang positif", ujar Ganis.

Selain itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan bahwa terdapat satu orang yang positif ditemukan di penyekatan ini dan menulari 4 orang lainnya yang sedang mengantar menggunakan ambulance.

"Kan dia berobat dianter ambulan ke RS Surabaya (RS Husada Utama). Lah pasiennya itu positif COVID-19 tapi dianter 4 orang. Pihak RS gamau ambil resiko dan akhirnya diswab. Ketika diswab positif semua 5 orang dalam ambulance", ujar Febri.

Sementara itu, menurut data yang didapat oleh Surabaya Pagi terdapat tiga kecamatan yang mengalami peningkatan kasus positif Covid 19. Diantaranya adalah Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, dan Kecamatan Klampis. Terhitung per hari ini, Minggu (6/6) 55 kasus aktif ditemukan di wilayah Kabupaten Bangkalan, dengan rincian 29 adalah klaster nakes.