Customer : PT Indo Tata Graha Langgar Perjanjian !

Kondisi tanah Perumahan Madinah Asri yang belum ada pembangunan apapun). SP/Anggadia Muhammad

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Developer Indo Tata Graha (ITG), yang berkantor di Perum Deltasari, Sidoarjo, diduga sebagai developer abal-abal alias bodong. Dugaan ini muncul setelah banyak customer kecewa terkait mangkraknya proses pembangunan rumah di sejumlah titik di Sidoarjo.

Seperti yang diutarakan oleh Imam Syafi'i salah satu customer PT ITG yang membeli unit rumah di Perumahan Madinah Asri Juanda. Ia mengatakan bahwa seharusnya bulan ini sudah Serah Terima Unit (STU).

"Saya minta kejelasan karena harusnya Serah Terima Unit itu bulan Juni ini. Tapi saya lihat kok belum progres apa-apa.  Saya kesini untuk minta kejelasan, mau refund ganti unit atau solusi apalah", Ujar Imam.

Saat ditemui di kantor PT ITG baru yang beralamatkan di Jl. Deltasari Indah Blok AM. Imam menjelaskan bahwa pihak PT ITG tidak pernah memberikan informasi apapun terkait unita yang ia beli. Malahan ia mendapatkan info dari luar yang simpang siur kebenarannya.

"Infonya karena ganti siteplan karena perubahan luas tanah. Kan harusnya dari pihak ITG yang memberikan informasi ke customer. Padahal di IJB juga sudah jelas, mereka harus menginfokan 3 bulan sebelum serah terima unit mengenai perubahan atau keterlambatan. Dan ga ada info sampai sekarang", Ujar Imam sambil menghela nafas.

Imam menjelaskan bahwa siap membawa masalah ini ke jalur hukum. Ia pun kesal dengan tanggapan PT ITG yang dianggapnya arogan. Selain itu, ia mengkonfirmasi jumlah kerugian yang ia alami sebesar 166 Juta.

"Awalnya kan arogan, ditemui gamau, di Whatssap tidak ada balas, CS (Customer Service)  juga jawabnya gak pas. makanya saya langsung kesini minta kejelasan. Untuk Nilai transaksi saya 166 juta dan belum ada informasi apapun sampai saat ini", Ujar Imam.

Dari pantauan Surabaya Pagi di Kantor ITG terdapat sekitar 12 orang yang menunggu kejelasan untuk Unit yang mereka beli. Mereka juga masuk secara bergantian. Terlihat masih ada beberapa pegawai yang riwa - riwi. Ketika dikonfirmasi apakah pegawai yang bekerja sekarang banyak yang baru, salah satu pegawai yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa beberapa karyawan sudah resign. Ada yang memilih daftar PNS maupun pindah development sehingga memang beberapa karyawan masih baru.

Selain itu Surabaya Pagi juga memantau perkembangan perumahan Madinah Asri Juanda di kelurahan Damarsi, masih belum terdapat pembangunan apapun. Terlihat banner penjualan pun sudah rusak di koyak angin. Cr05-ang