Dampak Pandemi, Reni Justru Sukses Berbisnis Usaha Sewa Sepeda

Reni Sagita Ambar Rahayu dengan 8 sepeda miliknya. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pasangan suami istri muda Reni Sagita Ambar Rahayu (27) dan Aris Indra Setiawan (28) patah semangat ditengah pandemi Covid-19. Reni dan suaminya pun akhirnya mencoba menyewakan dua sepeda miliki sendiri. Sebab, pasutri itu kebetulan hobi bersepeda. Usaha barunya itu berawal saat seorang temannya menanyakan apakah sepeda yang sering dia pakai disewakan atau tidak.

Berawal dari pertanyaan teman itu, munculah ide membuat usaha sewa sepeda. Tak berapa lama kemudian, Reni membuat akun Sewa Sepeda Madiun di Instagram dan Facebook. Awalnya sepeda yang disewakan hanya dua saja. Dua sepeda yang disewakan yakni milik suaminya, MTB merek Polygon dan sepeda lipat merek Element miliknya.

Tak disangka setelah dipromosikan di dua akun media sosial, mulai banyak yang memesan untuk menyewa. Alumnus Universitas PGRI ini akhirnya membeli enam sepeda baru lantaran banyaknya warga yang ingin menyewa sepeda. Uang yang digunakan untuk membeli sepeda merupakan hasil keuntungan dari sewa sepeda.

Sebelum membeli enam sepeda baru, Reni sempat khawatir lantaran harga sepeda yang makin mahal. Untuk itu dibutuhkan modal agak besar untuk membeli enam sepeda baru. Namun, ia bersyukur banyaknya warga yang ingin bersepeda di tengah pandemi untuk meningkatkan imun menjadi berkah bagi usahanya. Jasa sewa sepedanya pun tak pernah sepi dari konsumen setiap harinya.

Apalagi, di saat akhir pekan, delapan sepeda sewaannya ludes digunakan orang. Untuk bisa menyewa sepeda sangat gampang, warga cukup meninggalkan identitas, berupa KTP atau SIM. Selanjutnya, calon penyewa diambil foto saat mengambil sepeda.

Harga sewa sepeda dibagi menjadi tiga jenis. Enam jam, 12 jam, dan 24 jam, dengan tarif sekitar Rp 25.000 hingga Rp 90.000, tergantung tipe dan merek sepeda. Dari tiga tipe sepeda yang disewakan, sepeda lipat paling banyak peminatnya. Tak hanya sewa sepeda, pasutri itu juga menyewakan helm sepeda, Rp 10.000 sehari. Selain itu, Reni juga melayani sistem antar dengan biaya Rp 15.000 per sepeda khusus di dalam Kota Madiun.

“Kami sampai kewalahan kalau akhir pekan. Ada yang mau sewa 15 sepeda, tapi kami hanya memiliki delapan sepeda yang disewakan,” kata Aris. Dari hasil persewaan sepedanya, Aris bersama istrinya meraup untung hingga Rp 5 juta per bulan. “Rata-rata Rp 5 juta per bulan. Tapi, kalau pas ramai-ramainya bisa lebih,” ujar Aris.

Biaya perawatan sepeda yang disewakan pun tergolong murah. Biaya perawatan akan muncul bila sepeda yang disewakan digunakan untuk berjalan ditrek pegunungan. “Paling biaya reparasi berkisar Rp 10.000 sampai Rp 20.000 saja,” kata Aris.

Untuk ke depannya, Aris akan menambah armada sepeda baru lagi bila program Wali Kota Madiun sepeda Madiun sudah jadi. Ia optimis ketersediaan jalur sepeda wisata akan menambah banyak orang yang membutuhkan sepeda untuk keliling melihat keindahan Kota Madiun. Dsy3