Dandim 0816/Sidoarjo cek Babinsa tentang Penggunaan Aplikasi Silacak dan Inarisk

Kegiatan pelatihan aplikasi Silacak dan Inarisk dilaksanakan di aula makodim 0816/Sidoarjo hari Rabu tanggal 4 Agustus pukul 08.00 WIB. SP/Hikmah

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Pelatihan Aplikasi SILACAK (Sistem Informasi Pelacakan) bagi tracer COVID-19 dengan narasumber dari anggota Staf Ter Kodim 0816/Sidoarjo Sersan Mayor Sutrisno didampingi oleh anggota staf teritorial lainnya kepada perwakilan Babinsa dari masing-masing Koramil jajaran Kodim 0816/Sidoarjo. Kegiatan pelatihan aplikasi Silacak dan Inarisk dilaksanakan di aula makodim 0816/Sidoarjo hari Rabu tanggal 4 Agustus pukul 08.00 WIB.

Dalam Kegiatan pelatihan ini, Dandim 0816 Sidoarjo melakukan pengecekan langsung terhadap anggota Babinsa jajaran Kodim 0816 Sidoarjo tentang penggunaan aplikasi Silacak dan Inarisk yang merupakan tanggung jawab tim Tracer di wilayah binaan.  Hal ini diharapkan dapat mendukung kegiatan Testing, Tracing dan Treatment (3T) di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Selain itu bertujuan untuk terselenggaranya upaya percepatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Tracing atau pelacakan adalah bagian dari upaya 3T, melengkapi Testing dan Treatment, yang dilakukan pemerintah sebagai bagian penanganan COVID-19. Dalam hal ini pelatihan tracing Babinsa dan aplikasi silacak dalam pelacakan kontak (contact tracing) adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola orang-orang yang berkontak erat dengan kasus konfirmasi/ probable untuk mencegah penularan selanjutnya.

Sasaran langsung sebagai Tracer yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan petugas Surveilans Puskesmas sebagai petugas pengolah data. Dengan adanya Tracer memudahkan petugas Puskesmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi.

Himbauan yang disampaikan secara lisan oleh Komandan Kodim 0816 Sidoarjo menyampaikan, “Babinsa bersama Instansi terkait lainnya harus terus bersinergi untuk memaksimalkan pelacakan. Jika ada warga di wilayahnya, yang dinyatakan terkonfirmasi positif dan kontak erat Covid-19, harus didukung langkah penanganan. Selanjutnya, baik yang melakukan tes hingga perawatan jika ada terkonfirmasi lagi harus terus di tracing.” Ujar Letkol Inf M. Iswan Nusi, SH. Hik