Dapat Jatah 9300 Vaksin, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati Launching Vaksinasi PMK ke Peternak

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat melakukan vaksinasi PMK ke hewan ternak sapi. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati melakukan Launching atau Peluncuran Vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di KUD Agribisnis Dana Mulya, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Minggu (26/6/2022). 

Launching dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, Tim Gugus Tugas Penanganan PMK Kabupaten Mojokerto dan Ketua KUD Agribisnis Dana Mulya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah dalam laporannya menjelaskan sebanyak 4013 ekor sapi yang tersebar di 191 desa di 18 Kecamatan sudah terpapar PMK. Namun ia bersyukur lantaran angka kesembuhan ternak sangat baik.

"Yang sembuh mencapai 2563 ekor atau sebesar 63,48 persen dan angka Kematian juga sangat rendah yakni hanya  0,65 persen. Perataan penambahan kasus harian PMK di Kabupaten Mojokerto sebanyak 84 kasus baru per hari," terangnya.

Nurul menyebut, kuota vaksinasi PMK untuk Kabupaten Mojokerto sebanyak 9300 vaksin. Jumlah tersebut dibagi untuk sapi perah sebanyak 2300 ekor serta sapi potong sebanyak 7000 ekor. Dan akan diberikan di 10 Kecamatan meliputi 63 desa.

"Tanggal mulai pelaksanaan vaksinasi yaitu 25 Juni hingga 7 juli 2022," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ikfina Fahmawati dalam arahannya mengatakan PMK sebetulnya mirip dengan Covid-19, perbedaannya Covid menyerang manusia sedangkan PMK menyerang hewan ruminansia atau binatang memamah biak.

"Secara identifikasi struktural virusnya sama, sehingga kita sudah memiliki pengalaman penanganan. Namun, PMK sulit dilakukan karena kita berhadapan dengan hewan," tegasnya 

Ikfina menyebut, tingkat penyembuhan PMK di Kabupaten Mojokerto terbilang sangat bagus dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Ini lantaran, Pemkab Mojokerto langsung gerak cepat melakukan penanganan setelah muncul penetapan sebagai daerah wabah PMK dengan langsung melakukan penutupan pasar hewan.  

"Salah satu faktor penyebaran PMK adalah manusia, karena manusia yang membawa virusnya. Sehingga kita lakukan lockdown pasar hewan. Selain itu, PMK juga dapat ditangani dengan vaksinasi dan pada hari ini kita akan mulai melakukan vaksinasi di hewan-hewan ternak di Kabupaten Mojokerto. Vaksin PMK juga sama dengan Vaksin Covid-19, ada tiga dosis," terangnya.

Saat ini, Lanjut Ikfina, tercatat sebanyak 51.000 ekor sapi yang membutuhkan vaksin, namun pihaknya baru menerima 9.000 dosis vaksin. 

"Karena kebutuhannya masih kurang banyak, maka yang menjadi target utama adalah sapi perah dan sapi yang belum sakit selama wabah PMK," cetusnya.

Masih kata Ikfina, untuk sapi yang akan disembelih saat kurban tidak menjadi target sasaran utama. Karena waktu pelaksanaan Idul Adha kurang beberapa minggu lagi, sehingga tidak memungkinkan bagi sapi tersebut untuk di vaksin hingga dosis tiga.

"Karena itu saya tegaskan lagi, mohon sapi yang akan divaksin tidak dipindahkan kemana-kemana dulu, agar lebih mudah bagi petugas untuk melakukan vaksin tiga dosis," tegasnya.

Terakhir, Ia juga berharap agar penyuluh peternakan dapat menyampaikan imbauan agar masyarakat Kabupaten Mojokerto tenang menghadapi wabah PMK.

"Khususnya para peternak untuk tenang, karena target kita kembali menuju status bebas PMK," pungkasnya. Dwi