Dari Bosan, Indah Untung Banyak Kreasikan Motif Makrame

Indah Faridotul Khusna. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Makrame atau kerajinan dari tali, kerap digunakan untuk dekorasi rumah ataupun pot tanaman, salah satunya adalah Indah Faridotul Khusna yang merupakan seorang perajin makrame di Blitar. Indah menggunakan tali jenis tali koor dalam membuat makrame tersebut. Simpul yang dibuatnya ternyata berfungsi sebagai motif.

Ketekunannya dalam membuat karya makrame tersebut awalnya karena bosan menjual barang-barang milik orang lain, dia mulai berfikir untuk menjual produknya sendiri. Lalu pada tahun 2019 ia mulai belajar teknik membuat simpul atau hiasan makrame dengan belajar secara otodidak.

Lalu Indah pun juga iseng mengunggah makrame nya tersebut lewat media sosial. Ternyata hasilnya diluar dugaan. Kerajinan macrame buatannya mendapat respon positif. Indah mulai mendapat konsumen. Tak tanggung-tanggung kalangan menengah atas lah yang kerap menjadi pelanggannya.

"Alhamdulillah sudah bisa buat yang hiasan dinding, rak buku, dan tirai. Ya meskipun di sini (Blitar, Red) belum banyak diketahui, tapi makrame saya sudah sering kirim ke luar kota, pernah ke Ciamis sama Bali," jelasnya.

Disisi lain, menurut Indah semua karya pasti memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan sendiri, tidak ada yang mudah dalam membuat sesuatu. Dalam membuat makrame yang paling sulit adalah menentukan banyaknya panjang tali serta motif permintaan pelanggan. “Kemarin sempat mengerjakan tirai 2x3 meter. Panjang motif atau simpulnya sampai satu meter. Jadi lumayan mengguras otak dan tenaga," akunya.

Dalam sepekan, wanita berhijab itu bisa membuat antara lima sampai sembilan makrame. Tentu saja itu juga tergantung jenis, ukuran, dan bentuk motifnya. Misalnya pembeli ingin polosan ataupun warna. Harga  mulai Rp 10 ribu untuk ukuran kecil, “Sampai jutaan kalau motifnya rumit dan ukurannya besar," ujar Indah.

Meski usahanya masih tergolong baru, Indah berharap dapat memberdayakan masyarakat. Khususnya di sekitar rumah. Oleh karena itu, ketika mendapat banyak pesanan, dia selalu mengajak beberapa anak muda untuk membantu.

Indah merasa senang ketika ada yang mau belajar dan membantu membuat makrame. Dia juga berusaha mengenalkan kepada masyarakat Blitar. sebab, usaha makrame. Dsy14