Dari Hobi, Kini Sukses Berbisnis Spare Part Motor Klasik

Adi Sunardi kini bisnis jual beli spare part motor klasik. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sejak muda, Adi memang sudah akrab dengan kendaraan klasik khususnya produk Suzuki. Kala itu dirinya sempat memiliki beberapa jenis sepeda motor klasik. Kini Adi Sunardi akhirnya merambah dunia bisnis jual beli spare part motor klasik yang original. Selain itu, dia juga merestorasi sepeda motor klasik.

Selain menjual spare part motor klasik, Adi juga berjualan helm jadul. Terkadang, dia juga merestorasi sejumlah sepeda motor klasik yang sudah tak layak. Konsumennya datang dari berbagai daerah dan kalangan. Di Blitar, namanya sudah cukup dikenal sebagai penjual spare part motor klasik Suzuki.

Sebenarnya, Adi sudah berkecimpung sekitar empat tahun di dunia jual beli spare part motor Suzuki. Selain Suzuki, dia juga menjual beberapa produk merek lainnya seperti Honda dan Yamaha. Semua barang yang dijual khusus untuk sepeda motor tua atau klasik.

Spare part tersebut merupakan onderdil sepeda motor klasik khusus produk Suzuki. Yang pasti bukan imitasi melainkan original alias barang buatan pabrik langsung. “Semua barangnya baru, tetapi stok lama,” ungkapnya, Kamis (22/4/2021).

Usai memutuskan keluar dari pekerjaan tetap sebagai karyawan bank swasta. Dia lantas mencoba usaha jual beli spare part tersebut. ”Awalnya kecil-kecilan. Modal cuma sekitar Rp 1,5 juta, saya gunakan untuk membeli spare part. Hasil penjualannya, kemudian saya belikan lagi, dan terus diputar. Dan alhamdulillah berkembang sampai sekarang,” terang bapak satu anak ini.

Sebagian besar spare part motor yang dijualnya itu untuk jenis motor tertentu. Terutama yang paling diminati di pasaran seperti Suzuki A 100 mulai tipe A1 sampai A10. Dari keluaran tahun 1968-1970 an. Kemudian Suzuki RC, Suzuki FR, Suzuki Crystal hingga Tornado.

Untuk mendapatkan spare part motor klasik itu sedikit susah karena langka di pasaran. Kalaupun ada, harganya fantastis. Karenanya, spare part motor yang dijualnya selama ini kebanyakan didapatkan dari luar daerah. Biasanya dari daerah Malang, Surabaya, hingga Jakarta. Baik dari perorangan maupun dari diler Suzuki yang sudah tutup. Terkadang, dia juga mendapatkan barang itu dari rekan sesama penghobi motor klasik.

Dia bercita-cita ingin memiliki galeri toko sendiri sebagai tempat transaksi jual beli. Selain itu, juga sebagai tempat silaturahmi sejumlah penghobi motor klasik. ”Ini sedang saya bangun galerinya. Pelan-pelan sambil mengumpulkan uang,” tandasnya. Dsy10