Dari Jualan CD Suara Burung Walet, Kini Jadi Miliader Lewat Saham

Andika Sutoro Putra. SP/ SKW

SURABAYAPAGI.com, Singkawang - Andika Sutoro Putra, pemuda asal Singkawang, Kalimantan Barat, ini membuktikan bahwa meskipun terlahir dari keluarga yang tidak kaya raya dan bukan murid terpandai di sekolah, ia mampu meraih kesuksesan di usia yang masih sangat muda.

Semua itu berawal saat ia berjualan CD suara burung walet di usia 14 tahun. Ayahnya menjadi kontraktor burung walet dan memiliki sarang di atap rumahnya. Saat ia berselancar di internet, ia menemukan fakta ternyata CD suara walet dijual cukup mahal.

Akhirnya ia memiliki ide untuk merekam suara burung walet dan memasukkan ke dalam keping CD, lalu dijual secara online. Selama enam bulan berjualan sebagai supplier CD suara walet, ia berhasil meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Pada usia yang masih sangat muda 15 tahun, Putra bisa dibilang lumayan kaya. Bahkan lebih makmur ketimbang orang yang lebih tua ketimbang dirinya. Saat itu Putra sudah mengantongi uang Rp 100 juta. Bukan dari hasil ‘memalak’ orang tua atau menabung uang jajan, melainkan dari beraneka ragam bisnis online yang ia jalankan sejak usia 14 tahun, Jumat (28/5/2021).

Putra memutuskan meninggalkan usaha dagang online dan berfokus mempelajari pasar saham. Kala itu orang tuanya sempat menentang keputusan Putra. Ayahnya khawatir anaknya rugi besar. Sebab, ada seorang temannya yang merugi hingga miliaran rupiah di bursa saham. Bukan Putra namanya jika ia menyerah di tengah jalan.

Tak hanya portofolio pribadinya yang dikelolanya, putra dipercaya mengelola dana kerabat dan keluarganya. Selama empat tahun Putra berhasil menggelembungkan nilai portofolionya hingga empat kali lipat atau 400 persen. Pada usia 18 tahun, Putra telah menghasilkan miliaran rupiah dari saham.

Dari hasil memutar duit di bursa saham, dia membeli empat apartemen dan sebuah mobil.Meski telah menjajal beraneka ragam jenis investasi di sektor lain, termasuk mendirikan empat usaha kuliner, Putra tidak dapat berpindah hati dari saham. “Sampai hari ini keuntungan terbesar saya tetap di pasar saham. Kalau properti, yang penting ada investasi lain. Tapi termasuk kecil kalau dibandingkan dengan saham. Properti juga saya anggap sebagai pendapatan pasif,” ujarnya.

Kini Jumlah portofolio saham Putra telah berada di angka jutaan dolar AS. Di sela waktu senggang, Putra selalu berupaya memperbarui ilmunya. Dsy7