Dewan Berikan Apresiasi Kepada Pemerintah Kota

Asrama Haji Surabaya

SURABAYAPAGI, Surabaya - Penambahan rumah sakit (RS) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) sebagai langkah penanganan pasien Covid-19 di Surabaya mendapat apresiasi. Apresiasi dan dukungan tersebut berasal dari sekretaris komisi D DPRD Surabaya.

 

Akmarawita Kadir selaku dewan menyatakan bila langkah yang diambil Pemerintah Kota dianggap tepat, mengingat Rumah Sakit yang menangani Covid-19 sempat mengalami overload. Serta jauh-jauh hari Ia sudah mengingatkan mengenai pentingnya Rumah Sakit tambahan."Memang sejak lama kami sudah menyarankan rumah sakit darurat. Dimana saat pasien konfirm meningkat, RS sudah siap," terangnya.

 

Rencananya akan ada dua rumah sakit yang akan diperbantukan untuk menangani pasien Covid-19. Rumah Sakit tersebut ialah, Rumah Sakit Husada Utama dan Rumah Sakit Siloam. Untuk Rumah Sakit Husada Utama akan menyediakan tempat sekitar 260 bed dan RS Siloam 40 bed.

 

Selain kedua tempat tersebut, rencananya Asrama Haji Surabaya juga akan digunakan untuk ruang isolasi, akan ada dua blok yang akan digunakan."Jadi ada dua blok. Kalau engga salah blok E dan F digunakan untuk ruang isolasi di Asrama Haji," ujar Akmarawita.

 

Pemilihan Asrama Haji untuk menjadi ruang isolasi dianggap tepat oleh dewan yang berlatar belakang sebagai dokter ini. Lantaran tempat tersebut dianggap lebih tepat dibandingkan rumah susun Babat Jerawat maupun Dukuh Kupang."Nanti disiapkan petugas maupun dokter untuk save 24 jam. Nah, ini akan sangat baik sekali, dimana rumah isolasi yang rencananya di Babat Jerawat maupun Dukuh Kupang masih banyak pro dan kontra. Sehingga dipindahkan ke Asrama Haji saja," terangnya.

 

Ditanya soal penambahan petugas untuk ketiga tersebut, politisi Golkar masih menganggap kurang perlu. Sebab dari ketiga tempat itu sudah memiliki petugas maupun dokter yang bisa diperbantukan. Sedangkan rumah isolasi Asrama Haji bisa diambilkan petugas dari RS Haji."Adanya RS tambahan atau ruang isolasi tambahan tidak harus merekrut pegawai baru. Mungkin bisa memperbantukan petugas yang ada untuk disiapkan dari RS tersebut," tukasnya.Byt