Dewan: Jangan Warga yang Dikorbankan Dalam RS Covid-19 di Cito Mall

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron. .SP/ALQOMARUDDIN.

SURABAYAPAGI,Surabaya - Rencana operasional Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Cito Mall terus mendapat penolakan di kalangan DPRD Kota Surabaya. 

 Pasalnya, anggota dewan di Surabaya menilai, operasional RS Khusus Covid-19 di Cito Mall sudah ada warga atau penghuni apartemen yang menyatu dengan Mall City of Tomorrow di Bundaran Waru-Surabaya tersebut.

 “Jadi ini seakan warga atau penghuni apartemen yang dikorbankan, demi operasional RS Khusus Covid-19 yang akan dioperasikan oleh Siloam dari Lippo Group, jangan seperti itu dong.”tegas Buchori Imron, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya di Surabaya, Selasa (9/2).

 Ia menjelaskan, secara logika saja jika apartemen dijadikan penampungan disulap jadi RS Covid-19, apalagi apartemen tersebut sudah laku terjual dan sudah dihuni, apakah akan hidup tenang warganya.

 Bisa-Bisa, tambah politisi senior PPP Kota Surabaya ini, warga apartemen Cito Mall jadi stres karena ada RS Khusus Covid-19 sehingga imun warga turun, dampaknya rentan dengan paparan virus corona. 

“Jadi sudah ga logika lah jika Siloam akan mengoperasionalkan RS Khusus Covid-19 di Cito Mall dan apartemennya.”tegasnya. 

Buchori Imron kembali mengatakan, RS Siloam ingin membantu pemerintah dalam penanggulan pasien Covid-19 itu baik. Tapi jangan dong mengorbankan orang lain, dalam hal ini warga penghuni apartemen dan pedagang di Cito Mall Surabaya.  

Dirinya menambahkan, pihak Siloam bisa memanfaatkan rumah sakit atau apartemen di Surabaya yang sudah tidak beroperasional lagi secara bisnis.  

“Jangan lantas memakai gedung yang sudah dihuni. Saya yakin sekelas RS Siloam bisa mencari alternatif lahan lain untuk mengoperasionalkan RS Khusus Covid-19, dan secara finansial pasti mampu itu. Jadi tolong jangan bikin resah warga apartemen Cito Mall, yang tentunya juga membuat Kota Surabaya jadi gaduh dengan rencana membuka RS Khusus Covid-19.”ungkapnya. Alq