Di PHK dari Koki Pesiar, Subroto Malah Sukses Berbisnis Dimsum

Subroto saat menata dimsum olahannya . SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sejak pandemi Covid-19 ini Subroto yang merupakan warga Dusun Cangkring, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar itu harus berhenti dari profesi koki nya yang sudah ia tekuni selama 7 tahun sejak ia lulus sekolah menengah kejuruan (SMK) dan kini memilih beralih berbisnis kuliner dimsum di sekitaran rumahnya.

Sebelumnya ia juga pernah bekerja di supermarket karena ia tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah. Subroto juga harus rela meninggalkan keluarga untuk menjalani pekerjaan itu. Katanya, waktu yang dihabiskan selama di kapal selama delapan bulan penuh.

"Lulusan SMK jurusan komputer dan design. Sebernanya ya ingin kuliah tapi tidak ada biaya. Akhirnya cari kerja. Sempat di supermarket juga sebelum diterima di kapal pesiar dan pernah tidak pulang saat Lebaran, karena pekerjaan tidak bisa ditinggal " ujarnya.

Banyak negara melarang warganya untuk melakukan perjalanan jauh sejak adanya wabha pandemic Covid-19 muncul hingga sekarang ini. Sehingga, tak sedikit karyawan kapal pesiar terpaksa dipulangkan.

"Karena di Amerika dan negara lain tidak boleh ada perjalanan dengan kapal pesiar, jadi kapal berhenti beroperasi. Makanya kami karyawan dipulangkan," katanya.

Tak ingin berlama-lama nganggur, Broto menjajal dunia usaha. Diaa memilih membuka usaha kuliner sejak akhir tahun lalu. Imu serta pengalamannya di dunia kuliner ketika masih bekerja di kapal pesiar menjadi bekalnya dalam membuka usaha.

"Banyak pertimbangan sebenarnya, cuma langsung pilih dimsum. Karena modalnya sedikit dan bahannya mudah dicari di sini," terangnya.

Kerap membuat olahan western food atau makanan barat membuatnya agak kesusahan membuat dimsum. Namun, berkat kemauan kuat untuk dia akhirnya berhasil. “Gurunya” adalah video di kanal YouTube, dan bertanya kepada rekan sejawat.

"Agak kagok karena seringnya masak masakan western. Cuma karena sudah ada video tutorial dan tanya ke teman-teman koki lainnya, akhirnya bisa buat dimsum," jelasnya.

Menurut dia, tak hanya mencoba peruntungan di dunia usaha melalui dimsum. Broto juga ingin mengenalkan masakan manca negara ke warga sekitar. Khususnya kepada anak-anak di kampungnya yang juga kerap membeli cemilan dengan harga murah. Meski murah, namun kualitas tetap diutamakan. Dsy3