Diduga Bocor, Operasi Keselamatan Semeru Minim Tangkapan

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi saat menanyai alasan sejumlah pemuda yang kedapatan memiliki grup Whatsapp terindikasi balap liar. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Polres Mojokerto Kota mengamankan sepuluh unit kendaraan roda dua yang terjaring operasi di Wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Empat diantaranya adalah anggota geng motor yang kendaraanya tak memenuhi standar keselamatan.

Operasi Keselamatan Semeru 2021 yang digelar pada Minggu (25/4) pagi tersebut diduga bocor melalui pesan berantai yang dikirim lewat grup whatsapp satu komunitas motor.

Meski demikian, petugas masih berhasil mengamankan sejumlah remaja di beberapa titik yang biasa disinyalir sebagai lokasi ajang balap liar di tiap Minggu pagi.

"Ada beberapa motor dilakukan pemeriksaan sementara baik surat-surat dan kelengkapan lainnya. Yakni sebanyak 10 unit yang diamankan dari 16 orang. Dari 10 roda dua memang yang tidak sesuai standart dan roda balap sebanyak 4 unit," ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, saat di lokasi.

Usai dilakukan pengamanan dari 16 remaja ini, tiga diantaranya berada dalam satu komunitas salah satu motor. Diduga informasi pengamanan Minggu pagi bocor dan menyebar di group What's up, hingga kendaraan roda dua rakitan yang terjaring tak maksimal.

"Kita lakukan pengecekan di gawai mereka masing-masing dan ternyata mempunyai grup yang biasa di Minggu pagi melakukan tongkrongan di beberapa tempat di Kecamatan Kemlagi. Kita masih dalami (informasi bocor) sebab ada chat yang mengarah (operasi)," tegasnya.

Perwira lulusan Akpol 99 ini menyebut, pihaknya juga akan mendalami tujuan group Whatsapp itu. Sebagai antisipasi terjadinya aksi balap liar di wilayah hukumnya, yang bisa mengganggu keselamatan pengendara itu sendiri dan pengendara lainnya yang melintas di akses jalur alternatif Mojokerto - Lamongan.

"Kita lakukan pendalaman apa tujuan group tersebut, karena kita harus mengantisipasi (bali). Selain nantinya mereka bisa menjadi korban dan bisa juga kemungkinan menjadi joki balap liar," tukas Deddy.

Keenam belas remaja diamankan di Polsek Kemlagi terlebih dahulu, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolresta Mojokerto dilakukan pendataan dan pemanggilan terhadap orangtuanya. Utamanya tiga pemuda yang tergabung dalam satu group Whatsapp komunitas motor di Kemlagi.

"Kalau kelengkapan surat gak ada kita lakukan tilang, kemudian kalau memang knalpotnya brong atau tak sesuai standard setidaknya sampai satu bulan kita baru keluarkan. Lantaran terindikasi jelas untuk balap liar, untuk pengambilan tentunya harus membawa sparepart atau bagian yang sudah standard di Polresta Mojokerto dengan menunjukan surat-surat," pungkasnya. 

Dalam operasi Keselamatan Semeru 2021 ini, pihaknya menerjunkan total 60 personel baik dari Satlantas, Satsabhara, Satreskrim, Satnarkoba, Polsek Kemlagi, dan melibatkan anggota Kodim 0815/cpyj maupun Satpol PP Kabupaten Mojokerto. Dwy