Diduga Ditolak Rujuk, Suami Bunuh Istri lalu Gantung Diri

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Sepasang suami-istri di Lumajang, Jawa Timur, ditemukan tewas di dapur rumahnya dengan kondisi mengenaskan, Selasa dini hari (19/7/2022). Istri ditemukan tersungkur bersimbah darah. Sedangkan, suaminya ditemukan tewas gantung diri.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Dusun Krajan, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro. Pasangan ini bernama Eli Haryanto (35) dan Mariyana (35). Ada dugaan kuat, suami semula menganiaya istri hingga menyebabkan tewas. Kemudian, suami frustasi lalu memutuskan untuk bunuh diri.

Dugaan kekerasan rumah tangga menjadi penyebab kematian karena jasad Mariyana terdapat luka lebam di bagian kepala.

Eli kemungkinan tewas karena terkena pukulan benda tumpul.

Kepala Desa Kandang Tepus, Suryadi mengatakan pasangan suami istri ini memang kerap bertengkar. Bahkan beberapa hari terakhir ini keduanya sudah pisah ranjang.

"Warga mengetahui suami gantung diri dan istrinya meninggal di dalam rumah, sebelumnya terjadi pertengkaran antara suami dan istri. Istri mengalami luka di wajah dan suaminya gantung diri," ujar Suryadi.

"Kemungkinan istrinya menolak diajak rujuk. Karena mungkin tersinggung akhirnya melakukan perbuatan tersebut," imbuhnya.

Suryadi menambahkan yang menemukan jasad korban pertama kali adalah paman korban yang hendak mengambil sabit di dapur. Paman korban sempat memanggil pasangan itu namun tidak ada balasan. Penasaran, paman korban lalu mengintip melalui jendela rumah dan melihat kedua korban sudah tewas.

Saat ditemukan, Mariyana menggunakan celana hitam dengan T-Shirt warna kuning meninggal dalam kondisi telungkup dan ada bercak darah di sekitar kepalanya.

Sedangkan Eli Haryanto meninggal dunia dalam kondisi tergantung menggunakan celana pendek warna hitam dan T-Shirt warna putih.

Kapolres Lumajang, AKBP Dwa Putu Eka Darmawan menyatakan usai mendapat laporan, anggota langsung menuju lokasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua jenazah pasangan suami istri ini kemudian langsung dimakamkan. "Lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi," ujarnya. lum/ham