Dinkes Sebut Hanya 2 Pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang Buka 24 Jam

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita sempat meninjau pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di Puskesmas Manukan Kota Surabaya, Senin (12/7/2021) malam.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya sebelumnya menuturkan akan membuka layanan seluruh puskesmas di Surabaya selama 24 jam.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan tidak semua pelayanan kesehatan di puskesmas yang buka 24 jam. Kepala Dinas Kesehatan  (Dinkes) Febria Rachmanita mengungkapkan hanya dua pelayanan kesehatan yang dibuka selama 24 jam di puskesmas, yakni poli umum dan pelayanan darurat.

"Pelayanan yang dibuka hanya poli umum dan kondisi gawat darurat karena tidak memungkinkan malam hari melakukan selain hal-hal darurat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita di Surabaya, Selasa.

Febria memastikan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya sudah siap untuk melayani warga yang ingin berobat hingga 24 jam. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya saat ini akan membagi jadwal jaga dengan tiga shift, namun untuk saat ini masih diberlakukan dua shift.
 
"Insya Allah sudah siap. Rencananya kita akan bagi menjadi 3 shift, tapi untuk saat ini karena kami masih kekurangan tenaga kesehatan, jadi 2 shift dulu," ujar Febria.
 
Ia menjelaskan, beroperasinya puskesmas hingga 24 jam ini dikarenakan saat ini Tim Gerak Cepat (TGC) kewalahan untuk menangani situasi emergency. Sehingga, lanjut dia, puskesmas dioperasikan sebagai titik TGC yang berada di wiliyah kerja puskesmas tersebut. 

"Kami lihat kondisinya TGC sudah kewalahan, akhirnya semua puskesmas menjadi titik TGC yang berada di wilayah tersebut," kata Febria.
 
Febria menceritakan, saat melakukan peninjauan, ada warga yang datang ke puskesmas untuk melaporkan bahwa di rumahnya ada anggota keluarganya yang mengalami penurunan saturasi oksigen. Mendapat hal itu, pihak puskesmas langsung bergerak cepat untuk menjemput anggota keluarga tersebut.
 
"Teman-teman puskesmas menggunakan ambulans langsung menjemput anggota keluarganya, kemudian akan dirujuk ke RS Lapangan Tembak," katanya.
 
Selain itu, kata dia, masyarakat juga dapat mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun pagi harinya. Sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya bila ada warga yang meninggal harus segera dievakuasi dan dibawa ke pemulasaraan jenazah di Keputih.
 
"Warga bisa datang ke sini mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun keesokan paginya, untuk pengambilan jenazah nanti dari dinas sosial," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Kepala Dinkes Surabaya sempat meninjau pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di sejumlah puskesmas di Kota Surabaya, Senin (12/7) malam.

Salah satu puskesmas yang didatangi Wali Kota Eri adalah Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes. Ia melihat beberapa warga memanfaatkan pelayanan puskemas pada malam hari itu. Ia menegaskan bahwa puskesmas di Surabaya sudah siap membuka pelayanan 24 jam nonstop.
 
"Nanti setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP, sehingga apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan medis maupun penjemputan pasien hingga jenazah, bisa langsung dibantu. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kami maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya," kata Eri.