Dinkes Tulungagung Perbarui SOP Usai Nakes Positif Covid

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro. SP/ JT

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak 3 tenaga kesehatan (nakes) di Tulungagung terpapar Covid-19 dalam waktu belum sampai sepekan. Terakhir, satu nakes asal Kecamatan Kota, berinisial DMJ meninggal akibat Covid-19, sehingga total sudah ada 4 nakes yang meninggal dari total 7 pasien yang meninggal, Rabu (26/11/2020).

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan, DMJ dilakukan swab pada 19 November dan melakukan isolasi di RSUD dr. Iskak. Selang 3 hari, kondisinya terus menurun dan dirujuk ke RS Universitas Airlangga Surabaya. “Tadi malam (24/11/2020) dinyatakan meninggal dunia,” ujar Galih.

Dari 4 nakes yang terpapar Covid-19 tersebut, diantaranya adalah DMJ asal Kecamatan Kota, LTP dan STR dari Kecamatan Kedungwaru dan TRS dari Kecamatan Karangrejo.

Dengan semakin banyaknya nakes yang meninggal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung meminta pengelola rumah sakit di Tulungagung, baik swasta maupun milik pemerintah untuk membahas sistem kerja untuk nakes di fasilitas kesehatan.

“Kita membuat langkah-langkah baru yang lebih berhati-hati pada nakes,” ujar Kepala Dinkes Tulungagung Kasil Rokhmad.

Bentuk kehati-hatian yang diambil antara lain adalah lebih ketat dalam skrining terhadap pasien yang masuk ke faskes. Selain itu ada beberapa SOP yang diubah, untuk melindungi nakes dari penularan Covid-19.

“Memberikan istirahat cukup bagi nakes dan shift jaga diperbaiki,” jelas Kasil.

Dengan SOP yang baru ini, diharapkan baik nakes maupun pasien bisa terjaga dari penularan Covid-19. Pengunjung ataupun pendamping pasien juga diwajibkan mematuhi protokol Kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin. dsy9