Dirikan Komunitas Hidroponik Sekaligus Bisnis Berbagai Olahan Sehat

Azenk Ardianto pemilik Ichi Vegetables Juice. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Saat ini, di Kota Madiun, sudah banyak ditemui petani hidroponik. Satu di antaranya adalah, Azenk Ardianto warga Jalan Sarimulya B12 Perum Rejomulyo Permai, Kota Madiun. Ayah dua anak ini berhasil membudidayakan tanaman hidroponik di rumahnya.

Bahkan, bersama teman-temannya sesama petani hidroponik ia membentuk komunitas hidroponik Madiun Mataraman, beranggotakan sekitar 500 orang dari seluruh wilayah eks karesidenan Madiun. Azenk sudah lebih dari tiga tahun menekuni bisnis tanaman hidroponik ini mengaku telah mengembangkan usahanya.

Pemilik Ichi hidroponik Store ini tidak hanya menjual sayuran, namun juga menjual makanan minuman olahan dari sayuran hidroponik, memberikan edukasi mengenai hidroponik, dan juga menjual perlengkapan hidroponik.

Dia menuturkan, saat ini ia lebih fokus untuk menjual makanan dan olahan hasil dari sayuran hidroponik. "Saat ini saya bikin Juice hidroponik, Ice Cream Hydroponic dan camilan dari sayuran hidroponik," kata Azenk.

Usaha tersebut, sudah ia kembangkan sejak 2017 lalu. Idenya muncul karena masih banyak masyarakat yang kurang gemar makan sayuran. "Awalnya tahun 2017. Masih sedikit masyarakat yang kurang gemar makan sayuran. Makanya saya coba bikin bikin olahan dari sayuran hidroponik yang praktis, enak dan disukai semua kalangan," kata Azenk.

Jus sayuran yang ia beri label Ichi Vegetables Juice ini ia jual Rp 10 ribu per botol ukuran 250 mili. Ada sembilan varian rasa yang ditawarkan, dan pembeli juga dapat memilih sesuai selera.

"Ada bayam merah, buah naga dan lemon, ada juga kale, apel, nanas, lemon ditambah madu, ada juga nanas dan mint. Ada sembilan rasa, bisa di-mix. Nggak pakai gula, dan banyak manfaatnya bagi kesehatan," katanya.

Selain jus, ia juga menjual es krim berbahan sayuran hidroponik, dengan rasa bayam merah, kale, sawi tanpa gula. Satu cup dijual Rp 7000.

Dia mengatakan, dalam sehari ia bisa menjual 50 hingga 100 botol jus sayuran hidroponik. Sementara untuk es krim sehari ia bisa menjuak 70 cup. Meski terbilang usaha rumahan, namun ia bisa mempekerjakan dua orang tenaga kerja. Selain itu, ia juga memberdayakan para petani hidroponik kelas rumahan.

Menurutnya, mindset dan kemampuan para petani harus ditingkatkan, untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Di antaranya menanam tanaman unggulan dengan memanfaatkan teknologi pertanian.

Dia menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat tidak bisa jika hanya mengandalkan lahan persawahan. Pemanfaatan lahan warga dengan menanam hidroponik dan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), misalnya, juga dapat menjadi solusi. Dsy19