Disdik Kota Blitar Beri Bantuan Kuota Internet

Priyo Suhartono Plh Kadisdik Kota Blitar. SP/Les

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar berencana akan memberi bantuan kuota internet kepada ribuan siswa/siswi mulai dari tingkat TK hingga SMP baik Negeri maupun Swasta, untuk pelaksanaanya akan diawali Agustus sampai Desember 2020.

Seperti yang disampaikan Plt Kepala Disdik Kota Blitar, Priyo Suhartono, hal itu guna mendukung kelancaran sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 ini.

“Bantuan tersebut diberikan kepada dari sekolah negeri maupun swasta, seluruhnya akan mendapat bantuan kuota Internet." tutur Priyo, Minggu (23/8/2020)

Lebih lanjut Priyo menjelaskan bantuan kuota internet bisa diberikan kepada orang tua atau siswa, tergantung dari nomor handphone yang digunakan dalam proses PJJ. 

“Kalau siswa TK dan SD ada yang menggunakan nomor orang tuanya, maka bantuan akan diberikan ke nomor tersebut,” terang Priyo.

Adapun bantuan kuota internet untuk Agustus – September 2020 ini, bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) yang ada di masing-masing sekolah, untuk selanjutnya akan diambilkan dana APBD yang kini masih dalam usulan.

“Untuk nilainya bervariasi, tergantung kemampuan sekolah dan mutlak kewenangan kepala sekolah selaku pengelola BOS,” jelas Priyo.Suhartono.

Artinya nilai bantuan setiap sekolah tidak sama, bisa Rp 10.000 atau lebih. Disdik hanya mengikuti berapa pun keputusan sekolah, untuk membantu kuota internet untuk para siswanya.

Sedang bantuan untuk Oktober sampai Desember 2020, pihak Disdik sudah mengusulkan dalam Perubahan APBD Pemkot Blitar Tahun Anggaran 2020 yang kini sedang dibahas bersama DPRD Kota Blitar. Sesuai usulan total jumlah siswa yang dibantu sebanyak 20.199 siswa, dengan rincian siswa TK negeri/swasta 2.988 siswa, SD negeri/swasta 10.876 siswa dan SMP negeri/swasta 6.116 serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat 219 siswa. 

" Besarnya bantuan setiap siswa Rp 50.000 per bulan, yang sistemnya akan langsung diisikan ke nomor handphone yang digunakan untuk PJJ dan sudah didaftarkan sebelumnya,” Priyo memaparkan.

Priyo juga menandaskan bantuan kuota internet ini tidak diberikan dalam bentuk tunai, tapi berupa kuota internet sesuai dengan operator nomor seluler yang digunakan. 

“Tidak dibatasi atau ditentukan operatornya, tapi menyesuaikan dengan nomor yang digunakan. Sehingga tidak perlu mengganti nomor baru,” tandasnya.

Ditambahkan Priyo jika pandemi Covid-19 masih berlanjut, pihaknya juga sudah mengusulkan bantuan kuota internet untuk 3 bulan yaitu Januari – Maret 2021.

“Sebagai antisipasi, kalau ternyata pandemi Covid-19 sudah mereda dan terkendali sehingga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa dilaksanakan. Maka anggaran tidak diserap atau digunakan,” pungkas Priyo. Les